Jakarta -
Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Barat memberikan bingkisan kepada petugas campuran nan sukses menangkap ikan sapu-sapu. Hadiah nan diberikan berupa Rp 25 ribu per kilogram (kg) serta rekreasi cuma-cuma ke Ancol.
"Ada apresiasi buat nan mendapatkan ikan, Rp 25 ribu untuk 1 kilogram, itu buat satu grup. Jadi kelak mereka bisa nikmati bersama-sama dan kita juga bakal ajak mereka refreshing, jalan-jalan ke Ancol," tutur Wali Kota Jakarta Barat Iin Mutmainnah, dilansir Antara, Jumat (17/6/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dalam waktu satu jam, lebih dari 20 kg ikan sapu-sapu ditangkap. Iin mengatakan jumlah tersebut tetap bakal terus bertambah seiring penyisiran nan dilakukan petugas.
"Di titik ini sudah dapat 20 kilogram, tapi ini baru awal. Nanti kita bertahap, kita terus menyusuri kali ini, dan teman-teman kelak kita harapkan sebelum salat Jumat, ini sudah kita selesaikan, ya. Saya percaya ini bakal dapat banyak jika memang kita lakukan secara lebih luas jangkauannya," kata Iin.
Dia mengatakan ikan sapu-sapu nan ditangkap tidak untuk dikonsumsi. Namun, kata dia, ikan sapu-sapu tersebut bakal dikubur langsung di Sentra Flora Semanan untuk mencegah disalahgunakan.
"Jadi, kelak bakal dikubur ikannya," ujar Iin.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) Jakarta Mujiati menjelaskan ikan sapu-sapu berpotensi merusak struktur turap jika populasinya terlalu banyak. Hal itu lantaran hidup di lumpur.
"Kalau jumlahnya banyak, dikhawatirkan bisa mengganggu bagian bawah turap lantaran mereka berlindung di lumpur," terang Mujiati.
Sementara itu, Kepala Seksi Perikanan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat Aas Asih mengatakan ikan sapu-sapu merupakan jenis invasif. Karena itu, sangat rawan bagi populasi ikan lain di Kali Taman Semanan Indah.
"Jadi, dia berkembang biasanya sigap sekali, sehingga ikan lokal kelak terdesak," tutur Aas.
Selain itu, dia mengatakan ikan tersebut juga dapat membikin lubang pada tembok turap. Akibatnya, turap menjadi lebih sigap rapuh.
"Memang sifat ikan sapu-sapu itu, dia melubangi tembok untuk berliang. Jadi, kan kelak bisa merusak turap saluran-saluran nan ada di wilayah Jakarta," ungkap Aas.
Lebih lanjut, dia mengatakan ikan sapu-sapu juga sering diburu oknum tertentu untuk dijadikan makanan olahan, salah satunya adalah siomai. Padahal, kata dia, ikan sapu-sapu mengandung kuman E coli alias Salmonella, serta mengandung logam berat.
"Dikhawatirkan, jika ada masyarakat nan mengonsumsi itu (olahan ikan sapu-sapu) secara terus-menerus, dia (logam berat) terakumulasi (dalam tubuh manusia), makanya ikan mesti dibasmi," pungkas Aas.
(amw/imk)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·