Tugure Ungkap Kondisi Industri Reasuransi di Tengah Gejolak Ekonomi Global

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Ilustrasi Tugu Reasuransi. Foto: Tugu Reasuransi

Serangan Amerika Serikat-Israel terhadap Iran berbuntut pada perang nan berkepanjangan di Timur Tengah. Konflik tersebut telah memberikan akibat signifikan pada ekonomi dunia.

Salah satunya adalah industri reasuransi. PT Tugu Reasuransi Indonesia (Tugure), mengaku semakin mengedepankan pengelolaan akibat nan prudent di tengah dinamika global, termasuk volatilitas ekonomi dan ketegangan geopolitik.

Hal tersebut dinilai sangat krusial mengingat pasar reasuransi mulai memasuki fase softening, sehingga akibat eksternal perlu diantisipasi secara cermat.

"Situasi geopolitik di Timur Tengah apakah ada dampaknya? Ada. Tapi apakah mulai terasa, mungkin belum," kata Direktur Teknik Tugure, Djoko Slamet Prasetiyo, dalam di Jakarta, Rabu (29/4).

Menurut dia, sampai kuartal I tahun 2026, keahlian perusahaan tetap cukup bagus, meskipun ada beberapa sorotan utama mengenai perang di Timur Tengah, salah satunya pasokan BBM lantaran sebagian besar pengguna Tugure di sektor tersebut.

Namun, dia tidak menampik jika akibat dari bentrok di Timur Tengah tersebut bakal dirasakan perusahaan jika kondisinya tidak kunjung mereda.

"Secara makro pasti bakal terasa dampaknya. Mudah-mudahan perihal ini tidak memberikan pengaruh buruk," ujar dia.

Adapun Berdasarkan laporan finansial audited per 31 Desember 2025, hasil jasa asuransi Tugure tercatat sebesar Rp 192,2 miliar, meningkat signifikan dibandingkan periode sebelumnya, ialah Rp 8,9 miliar.

Sementara hasil investasi tercatat sebesar Rp 254,4 miliar, tumbuh 57 persen dibandingkan tahun 2024 nan sebesar Rp 161,2 miliar. Perseroan juga membukukan untung bersih sebesar Rp 110 miliar.

Direktur Keuangan Tugure, Dradjat Irwansyah, menyampaikan bahwa penerapan PSAK 117 memberikan perspektif nan lebih komprehensif terhadap keahlian Perseroan.

"Penerapan PSAK 117 mewajibkan kami menyajikan keahlian jasa asuransi secara transparan dan mencerminkan kondisi finansial nan sebenarnya. Ini menjadi fondasi krusial dalam memperkuat kualitas laporan finansial dan pengambilan keputusan ke depan,” ujar dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan