Tuberkulosis Bisa Menular Sebelum Penderita Menyadarinya

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Tuberkulosis Bisa Menular Sebelum Penderita Menyadarinya Ilustrasi(Magnific)

CIRI unik penyakit tuberkulosis (TB) selama ini selalu diidentifikasi lewat batuk nan berjalan berminggu-minggu, mendalam, dan berderik. Secara logika, pasien nan tidak batuk dianggap mini kemungkinannya untuk menularkan penyakit. Namun, sebuah studi terbaru memperingatkan banyak penderita TB tidak pernah mengalami batuk kronis alias indikasi unik lainnya, tetapi tetap bisa menularkan kuman kepada orang-orang di sekitar mereka.

Selama ini, program pengendalian TB sangat berjuntai pada skrining berbasis gejala, terutama batuk. Akibatnya, orang-orang nan merasa sehat condong lolos dari pemeriksaan dan infeksinya tidak terhitung. Padahal, sebagian besar kasus TB di masyarakat justru tidak memunculkan indikasi alias disebut sebagai TB asimtomatik.

Untuk menguji apakah pasien tanpa indikasi ini bisa menularkan bakteri, para peneliti memantau personil rumah tangga dari pasien TB di empat pusat kesehatan di Tiongkok timur. Penelitian ini melibatkan tim kesehatan masyarakat di Provinsi Jiangsu nan bekerja sama dengan kolaborator internasional, termasuk Dr. Leonardo Martinez, seorang epidemiolog dari Universitas Boston (BU).

Tim melacak lebih dari 1.000 kontak erat nan tinggal serumah dan 560 tetangga nan tidak mempunyai riwayat terpapar. Mereka diuji menggunakan QuantiFERON, sebuah tes darah untuk mendeteksi respons imun terhadap kuman TB, serta tes kulit.

Hasilnya mengejutkan dan terbilang sangat jelas. Proporsi kontak erat nan tertular kuman TB rupanya nyaris sama, baik ketika pasien di rumah mempunyai indikasi nan jelas maupun tidak bergejala sama sekali. Sekitar satu dari empat orang kontak erat menunjukkan hasil tes positif di kedua golongan tersebut. Angka ini dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan dengan golongan tetangga nan tidak terpapar di rumah.

Selama ini ada kepercayaan lama bahwa seseorang kudu batuk untuk bisa menyebarkan TB. Namun, temuan laboratorium terbaru menunjukkan bahwa pernapasan tenang nan biasa (tidal breathing) sudah cukup untuk melepaskan kuman ke udara. Seseorang nan bernapas dengan tenang di seberang meja tanpa batuk tetap dapat memenuhi ruangan dengan partikel infeksius tanpa ada tanda peringatan.

Studi nan dipublikasikan dalam jurnal Nature Communications ini menegaskan bahwa pasien TB nan merasa sehat sama menularnya dengan mereka nan sakit parah. Kenyataan ini menjadi tantangan besar bagi program skrining nan hanya mengandalkan pertanyaan seputar indikasi batuk. Menemukan kasus-kasus tersembunyi ini memerlukan perangkat pemeriksaan nan tidak menunggu munculnya gejala, seperti rontgen dada alias tes darah nan lebih luas. Selain itu, studi ini memperkuat urgensi pemberian terapi pencegahan bagi seluruh personil family nan tinggal serumah dengan pasien TB, terlepas dari apakah pasien tersebut menunjukkan indikasi alias tidak. (EArth/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia