Setelah gencatan senjata antara Amerika Serikat (AS)-Iran tercapai untuk dua pekan mendatang, lampau lintas perkapalan Selat Hormuz perlahan pulih. Meski, beberapa laporan dari pemantauan lampau lintas maritim menyebut baru 10 kapal nan melintas di selat krusial itu sejak gencatan senjata disepakati.
Presiden AS, Donald Trump, menyebut ini adalah langkah nan jelek dari Iran. Ia menjelaskan, Iran membebankan tarif pada kapal-kapal nan melintas di Selat Hormuz.
"Ada laporan-laporan nan menyebut Iran memberi biaya untuk tanker-tanker nan bakal melewati Selat Hormuz, jangan sampai ini benar, jika pun benar, mereka kudu berakhir sekarang juga!," kata Trump di media sosial Truth Social, dilansir AFP, Jumat (10/4).
Trump merasa langkah ini salah dan tidak sesuai dalam kesepakatan gencatan senjata nan dicapai pada Selasa (7/4) lalu.
"Langkah Iran sangat buruk, tidak terhormat, gimana langkah dia mengizinkan kapal-kapal pengangkut minyak melewati Selat Hormuz," kata Trump
"Bukan seperti ini kesepakatan nan kita capai," ucapnya.
Di sejumlah unggahan lainnya, Trump juga jengkel dengan kritik nan dialamatkan padanya mengenai gencatan senjata nan tercapai.
"Secepatnya Anda bakal lihat, minyak-minyak itu bakal mengalir, dengan alias tanpa support Iran," kata Trump.
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·