Trump Tolak Proposal Damai Iran, Harga Minyak Mendidih

Sedang Trending 3 minggu yang lalu

Jakarta -

Harga minyak melonjak setelah Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menolak proposal jawaban Iran untuk mengakhiri perang dengan AS dan Israel. Trump tegas menyatakan bahwa dirinya tidak menyukai proposal nan diajukan Iran.

Di saat nan sama, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengingatkan bahwa bentrok dengan Iran belum berakhir. Pernyataan itu memicu kekhawatiran bahwa ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat dan menakut-nakuti pasokan daya global.

"Saya baru saja membaca respons dari apa nan disebut 'perwakilan' Iran. Saya tidak menyukainya - SAMA SEKALI TIDAK DAPAT DITERIMA!" tulis Trump, dilansir dari CNBC, Senin (11/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Minyak West Texas Intermediate (WTI) AS untuk pengiriman Juni naik 3,08% menjadi US$ 95,42 per barel. Sementara minyak Brent untuk pengiriman Juli menguat 3,16% menjadi US$ 104,49 per barel.

Netanyahu mengatakan tetap ada material nuklir dan uranium nan diperkaya nan kudu dikeluarkan dari Iran. Netanyahu juga menyebut pihak Iran tetap terus memproduksi rudal balistik.

"Masih ada akomodasi pengayaan nan kudu dibongkar, tetap ada golongan proksi nan didukung Iran, dan tetap ada rudal balistik nan mau mereka produksi. Masih banyak pekerjaan nan kudu dilakukan," ujarnya.

Analis Citi dalam laporan terbarunya mengatakan nilai minyak tetap berpotensi naik lebih lanjut jika Iran dan AS kandas mencapai kesepakatan. Meski demikian, Citi menilai pasar minyak sejauh ini tetap tertopang oleh tingginya persediaan minyak, pelepasan persediaan strategis, lemahnya permintaan di negara berkembang, serta sinyal deeskalasi nan sesekali muncul di Timur Tengah.

Citi juga menilai akibat nilai minyak tetap condong bergerak naik lantaran Iran tetap memegang kendali besar atas waktu dan syarat pembukaan kembali Selat Hormuz.

"Kami memperkirakan Iran bakal mencapai kesepakatan nan membuka kembali Selat Hormuz sekitar akhir Mei. Namun kami tetap memandang akibat bahwa proses ini bakal lebih lama alias hanya dibuka sebagian, sehingga gangguan bisa berjalan lebih lama," tulis Citi.

Saksikan Live DetikPagi:

Tonton juga video "Trump: Negosiasi dengan Iran Jalan Terus Meski Ada Baku Tembak"

(acd/acd)

Selengkapnya
Sumber detik finance
detik finance