Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba-tiba menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin pada Selasa (8/9/2026) untuk membahas upaya mengakhiri perang Ukraina. Dalam percakapan sekitar satu jam itu, Trump disebut meminta bentrok segera berhujung demi membuka jalan bagi pemulihan hubungan AS-Rusia.
Kremlin mengatakan Trump menegaskan keinginannya untuk mengakhiri perang secepat mungkin dan kembali mempererat hubungan dengan Moskow. Ajudan Kremlin Yuri Ushakov mengatakan Putin menyambut pandangan tersebut dan apalagi menjelaskan kepada Trump langkah nan menurut Rusia dapat dilakukan AS untuk membantu mengakhiri konflik.
"Donald Trump secara jelas menekankan pentingnya mengakhiri bentrok sesegera mungkin, nan bakal segera membuka prospek, apalagi prospek nan mengesankan dan berakibat luas bagi pemulihan penuh hubungan antara AS dan Rusia," ujar Ushakov kepada wartawan, seperti dikutip Reuters, Rabu (9/9/2026).
Menurut Ushakov, pemulihan hubungan tersebut berpotensi memberikan akibat besar terhadap kerja sama perdagangan dan ekonomi kedua negara.
"Donald Trump sangat mau memandang tercapainya terobosan selama masa kepresidenannya. Vladimir Vladimirovich Putin mendukung pendekatan ini," katanya.
Pembicaraan Trump dan Putin berjalan setelah utusan AS Steve Witkoff dan Jared Kushner melakukan kunjungan ke Moskow dan Kyiv pada akhir pekan untuk menghidupkan kembali perundingan tenteram nan sebelumnya terhenti. Meski belum menghasilkan terobosan terbuka, kedua pihak sempat membahas kemungkinan melanjutkan perundingan tiga pihak antara Rusia, Ukraina, dan AS.
Dalam percakapan tersebut, Putin juga menyampaikan penilaian Rusia mengenai situasi di medan perang. Kremlin tidak merinci corak support nan diharapkan dari AS, tetapi Ushakov menyebut kedua pemimpin menilai diplomasi akhir pekan itu secara positif dan sepakat untuk terus berkomunikasi, termasuk melakukan pembicaraan telepon kembali jika diperlukan.
Rusia dan Ukraina hingga sekarang tetap mempunyai perbedaan tajam mengenai penyelesaian perang. Di tengah meningkatnya serangan kedua pihak, sumber nan dekat dengan Kremlin sebelumnya mengatakan Putin tetap berkeinginan menguasai seluruh wilayah Donetsk nan tetap dikuasai Ukraina, sementara Kyiv berjanji bakal terus mempertahankannya.
Trump dan Putin juga sepakat mengenai perlunya melanjutkan pertukaran tahanan. Di sisi lain, Ushakov menegaskan Rusia tidak mempunyai rencana garang terhadap Eropa dan menyebut narasi mengenai ancaman Moskow sebagai argumen bagi sejumlah negara Eropa untuk meningkatkan support ke Ukraina serta memperbesar anggaran pertahanan mereka.
(tfa/sef)
[Gambas:Video CNBC]
35 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·