Anggota Komisi I DPR RI, Nurul Arifin, mendorong keterlibatan lintas institusi, termasuk TNI dan Polri, untuk membantu Basarnas dalam operasi pencarian lima wartawan nan lenyap kontak di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda.
Nurul mengingatkan bahwa dalam situasi darurat musibah alam, koordinasi sigap antar-aparat absolut diperlukan demi menyelamatkan nyawa para wartawan nan bertugas.
“Pertama tugas pencarian orang lenyap di wilayah musibah adalah SAR dan Basarnas,” kata Nurul saat dihubungi, Rabu (9/9).
“Dalam situasi nan diperlukan tentu saja TNI dan Polri dan semua lembaga nan mengenai dengan orang lenyap dapat berkordinasi untuk menemukan dan menyelamatkan mereka nan hilang,” sambungnya.
Nurul pun berambisi operasi pencarian campuran nan tengah berjalan membuahkan hasil terbaik.
“Harapan saya kelima wartawan nan lenyap dari kontak, dapat segera ditemukan dan semua dalam keadaan sehat,” tuturnya.
Di sisi lain, politikus Partai Golkar ini menyoroti aspek mitigasi dan keselamatan awak media saat bekerja meliput situasi krisis. Ia mengingatkan bahwa Dewan Pers telah mempunyai izin unik nan mengatur pedoman keselamatan wartawan di medan berbahaya.
“Sudah ada peraturan Dewan Pers tentang peliputan di wilayah bencana, Peraturan Dewan Pers No. 03/Peraturan-DP/IV/2024,” ungkap Nurul.
Menyambung itu, dirinya menegaskan setiap tahapan peliputan mulai dari persiapan hingga berada di lapangan kudu berorientasi pada perlindungan diri, lantaran keselamatan jiwa berada di atas segalanya.
“Sebelum berangkat, saat berada di lokasi, dan etika dalam peliputan. Di atas semua itu keselamatan wartawan kudu diutamakan,” pungkasnya.
40 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·