Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan memberikan respons sigap ketika laporan Iran menyerang Israel terjadi. Trump disebut menelepon Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu untuk mendesaknya agar tidak membalas serangan rudal Iran terhadap Israel.
"Saya bakal menelepon Bibi sekarang dan memberitahunya untuk tidak membalas," kata Trump seperti dikutip oleh wartawan Axios, Barak Ravid dalam sebuah wawancara telepon, menggunakan nama panggilan pemimpin Israel tersebut, sebagaimana dilaporkan AFP, Senin (8/6/2026).
"Masing-masing dari mereka bersenang-senang. Israel melakukan serangannya dan Iran juga melakukan serangannya. Kita tidak memerlukan serangan nan lain," jelasnya diposting Ravid di X.
Serangan rudal pada hari Minggu adalah nan pertama nan dilakukan Iran terhadap Israel sejak gencatan senjata pada bulan April diberlakukan dalam perang Timur Tengah. Trump menyuarakan kekhawatiran bahwa perihal itu dapat menghalang perundingan.
"Serangan Iran tidak melukai siapa pun. Mudah-mudahan Israel tidak bakal membalas. Jika Bibi menyerang balik, maka perihal ini bakal terus terjadi seperti 47 tahun terakhir, alias 3.000 tahun terakhir," kata presiden AS.
"Kami sangat dekat dengan kesepakatan akhir dengan Iran. Ini bakal menjadi kesepakatan nan bagus. Saya tidak mau kesepakatan itu meledak lantaran apa nan terjadi saat ini," tambahnya.
Pengawal Revolusi Iran (IRGC) menyebut serangan hari Minggu itu sebagai "peringatan" setelah Israel menyerang pinggiran selatan Beirut, Lebanon, pada hari sebelumnya, dan menakut-nakuti bakal melakukan serangan nan lebih luas jika terjadi agresi berulang.
Gencatan senjata pada tanggal 8 April telah menghentikan permusuhan besar antara Iran, Israel dan Amerika Serikat (AS). Namun upaya untuk mengubah gencatan senjata menjadi penyelesaian telah berulang kali terhenti, dan peluncuran pada hari Minggu dipastikan bakal semakin mengurangi angan perdamaian kekal ketika perang mencapai hari ke-100.
Dalam wawancara terpisah dengan Fox News, Trump mengatakan serangan Iran tidak bakal membantu negosiasi, nan "sangat dekat" untuk mencapai kesepakatan. Dia mendesak Iran untuk "kembali ke meja perundingan dan membikin kesepakatan."
"Kami sudah sangat dekat. Menurut saya, perjanjian bakal ditandatangani pada hari Senin, Selasa, alias Rabu minggu depan. Dan sekarang perihal ini terjadi," ujarnya.
Trump juga mengkritik serangan Israel di Beirut pada hari Minggu, dengan mengatakan dia "tidak senang dengan perihal itu". Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar AFP.
Israel Serang Iran
Sementara itu, dalam pembaruan terbaru, televisi pemerintah Iran melaporkan serangan nan terjadi di negeri itu. Dilaporkan gimana ledakan terjadi di tiga kota, Senin pagi.
"Beberapa ledakan terdengar di Teheran, Tabriz, dan Isfahan," tulis TV pemerintah di Telegram, dimuat juga oleh laman AFP.
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·