Trump Perintahkan AL AS Blokir Selat Hormuz Usai Perundingan dengan Iran Gagal

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pidato nan disiarkan televisi mengenai bentrok Timur Tengah dari Cross Hall, White House (1/4/2026). Foto: Alex Brandon / POOL / AFP

Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan Angkatan Laut untuk memblokir Selat Hormuz pada Minggu (12/4). Trump disebut marah atas penolakan Iran untuk melepaskan ambisi nuklirnya setelah perundingan tenteram di Pakistan kandas meraih kesepakatan.

Merespons Trump, Garda Revolusi Iran memperingatkan bahwa mereka telah mengendalikan sepenuhnya lampau lintas di Selat Hormuz dan bakal menjebak musuh mana pun nan mencoba menentang.

Dalam deklarasi di platform media sosial, Trump mengatakan tujuan akhirnya adalah membersihkan Selat Hormuz dari ranjau dan membukanya kembali jalur itu untuk semua pelayaran.

"Mulai sekarang, Angkatan Laut Amerika Serikat, nan terbaik di dunia, bakal memulai proses memblokir semua kapal nan mencoba masuk, alias keluar, dari Selat Hormuz," kata Trump dikutip dari AFP.

"Setiap penduduk Iran nan menembak kita, alias kapal-kapal damai, bakal dihancurkan," sambungnya.

Sebuah kapal angkatan laut terlihat berlayar di Selat Hormuz, pada 1 Maret 2026. Foto: Sahar AL ATTAR / AFP

Iran telah membatasi lampau lintas kapal-kapal melalui selat tersebut, namun mengizinkan kapal-kapal nan dianggap bekerja untuk negara-negara sahabat, seperti China, untuk lewat. Terdapat laporan nan belum dikonfirmasi bahwa Teheran berencana untuk mengenakan biaya perlintasan.

"Ini adalah pemerasan dunia," kata Trump.

"Saya juga telah menginstruksikan Angkatan Laut kita untuk mencari dan mencegat setiap kapal di Perairan Internasional nan telah bayar tol kepada Iran. Tidak seorang pun nan bayar tol terlarangan bakal mempunyai jalur kondusif di laut lepas. Kami juga bakal mulai menghancurkan ranjau nan ditanam Iran di Selat tersebut," sambungnya.

Militer AS mengatakan pada hari Sabtu bahwa dua kapal perang Angkatan Laut melintasi selat tersebut untuk mulai membersihkannya dari ranjau dan memastikan bahwa Selat Hormuz merupakan jalur kondusif untuk kapal tanker. Namun, klaim itu dibantah oleh Teheran.

Kantor buletin Fars Iran melaporkan dua kapal tanker minyak berbendera Pakistan nan menuju selat tersebut telah berbalik arah.

Kekhawatiran bakal kembali terjadinya pertempuran mengguncang area Timur Tengah setelah perundingan AS-Iran gagal.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan