Jakarta, CNBC Indonesia - Negosiasi perdamaian nan berjalan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran di Islamabad, Pakistan di hari pertama sudah selesai dan berjalan selama 15 jam.
Perundingan bakal memasuki hari kedua pada Minggu awal hari setelah delegasi kedua negara melanjutkan obrolan hingga melewati tengah malam di sebuah hotel mewah di ibu kota Pakistan.
Para negosiator berjumpa tanpa sorotan publik, sementara wartawan internasional menunggu perkembangan di pusat konvensi.
Wakil Presiden AS JD Vance memimpin langsung delegasi Washington. Ia menjadi pejabat Amerika dengan ranking tertinggi nan berjumpa langsung dengan Iran sejak Revolusi Islam 1979. Pertemuan ini terjadi hanya beberapa hari setelah AS dan Israel menghentikan perang dengan Iran nan mengguncang area Timur Tengah dan ekonomi global.
Media Iran menyebut kedua pihak sempat mengambil jarak menjelang fajar. Teheran juga menuduh Washington mengusulkan "tuntutan berlebihan" mengenai Selat Hormuz.
Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa "negosiasi mendalam" sedang berlangsung, namun dalam hubungan dengan wartawan pada Sabtu, dia menyatakan tidak peduli dengan hasilnya.
Dan tegas mengatakan Amerika Serikat telah menang di medan perang setelah membunuh para pemimpin Iran dan menghancurkan prasarana militer utama.
"Apakah kita mencapai kesepakatan alias tidak, itu tidak ada bedanya bagi saya. Alasannya lantaran kita sudah menang," kata Trump, dikutip dari laporan AFP, Minggu (12/4/2026).
Meski demikian, pejabat Pakistan nan terlibat dalam proses tersebut mengatakan pembicaraan bergerak ke arah positif.
"Diskusi bergerak secara positif dan suasana keseluruhan kondusif," ujar pejabat tersebut kepada AFP dengan syarat anonim.
Berbeda dari perundingan sebelumnya, delegasi AS dan Iran kali ini berjumpa langsung tanpa mediator. Iran disebut meminta kehadiran Vance lantaran posisinya nan tinggi serta sikap awalnya nan dilaporkan menentang perang.
Delegasi AS juga dihadiri Jared Kushner dan Steve Witkoff. Sementara delegasi Iran berjumlah sekitar 70 orang dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf serta diikuti Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi.
(pgr/pgr)
[Gambas:Video CNBC]
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·