Trump Klaim Selat Hormuz Kini Berstatus Wilayah Amerika

Sedang Trending 12 menit yang lalu
Trump Klaim Selat Hormuz Kini Berstatus Wilayah Amerika Presiden AS Donald Trump(Curtis Means / POOL / AFP)

PRESIDEN Donald Trump secara terbuka mengeklaim Selat Hormuz sebagai "wilayah Amerika". Pernyataan kontroversial tersebut disampaikan Trump saat menghadiri kampanye politik di South Carolina pada Jumat (21/8). 

Di hadapan para pendukungnya, Trump menegaskan bahwa blokade militer AS nan tengah berjalan memberikan kontrol penuh atas lampau lintas maritim di area tersebut.

"Kami apalagi tidak tahu apakah kami telah menang, lantaran saya menganggap Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika saat ini," ujar Trump. Ia menambahkan bahwa tidak ada satu pun kapal komersial nan dapat melintas tanpa izin dari pihak militer AS.

Tak hanya mengeklaim wilayah strategis tersebut, Trump juga melontarkan gurauan bersuara provokatif mengenai serangan militer ke Iran. "Ini Jumat malam, waktu kita tetap panjang. Apa nan kudu saya lakukan? Pulang dan mengebom Iran sedikit lagi?" tuturnya sebelum membacakan puisi The Snake nan kerap menjadi simbol retorika politiknya.

Ia juga mengunggah gambar peta di media sosial nan melabeli jalur perairan tersebut sebagai "wilayah baru U.S.".

Pernyataan Trump mengemuka di tengah operasi blokade maritim skala besar oleh Komando Pusat AS (Centcom). Hingga Jumat, Centcom mengonfirmasi telah menghentikan dan mengalihkan rute sedikitnya 68 kapal komersial nan hendak memasuki area tersebut.

Langkah ketat ini diambil sebagai bagian dari strategi penekanan ekonomi terhadap Teheran setelah negosiasi tenteram kedua negara membentur jalan buntu. Selat Hormuz sendiri merupakan urat nadi daya dunia nan dilalui oleh nyaris 20 persen pasokan minyak mentah dunia.

Menanggapi klaim sepihak dan retorika dari Washington, Pemerintah Iran bereaksi keras. Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, secara tegas menepis pernyataan Trump dan menyebut klaim kepemilikan atas Selat Hormuz sebagai "sebuah fatamorgana belaka".

(Theguardian/P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia