Seorang laki-laki mengangkat bendera nasional AS sementara para pekerja menyiapkan perancah sebelum melepas tulisan dari kebinasaan John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts, menyusul perintah pengadil federal untuk menghapus nama Presiden AS Donald Trump dari lembaga tersebut, di Washington, D.C., AS, 12 Juni 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Para pekerja menyiapkan perancah sebelum melepas tulisan dari kebinasaan John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts, menyusul perintah pengadil federal untuk menghapus nama Presiden AS Donald Trump dari lembaga tersebut, di Washington, D.C., AS, 13 Juni 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)
People look at workers on scaffolding preparing ahead of removing lettering from the facade of the John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts, following a federal judge’s order to remove U.S. President Donald Trump's name from the institution, in Washington, D.C., U.S., June 13, 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Orang-orang bereaksi terhadap para pekerja nan bersiap untuk menghapus tulisan dari kebinasaan John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts, menyusul perintah pengadil federal untuk menghapus nama Presiden AS Donald Trump dari lembaga tersebut, di Washington, D.C., AS, 12 Juni 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)
Para pekerja menyiapkan perancah sebelum melepas tulisan dari kebinasaan John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts, menyusul perintah pengadil federal untuk menghapus nama Presiden AS Donald Trump dari lembaga tersebut, di Washington, D.C., AS, 13 Juni 2026. (REUTERS/Anna Rose Layden)
Orang-orang memperhatikan para pekerja saat mereka memasang perancah untuk melepas tulisan dari kebinasaan John F. Kennedy Memorial Center for the Performing Arts, menyusul perintah pengadil federal untuk menghapus nama Presiden AS Donald Trump dari lembaga tersebut, di Washington, D.C., AS, 12 Juni 2026. (REUTERS/Jonathan Ernst)
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·