Trump Beri Warning Keras Zelensky, Minta Hentikan Serangan ke Rusia

Sedang Trending 7 jam yang lalu

Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky untuk segera berakhir menargetkan prasarana bahan bakar diesel Rusia dalam serangkaian serangan udaranya, dengan dalih langkah tersebut sangat merugikan dunia.

Mengutip CNN, Senin (14/9/2026), peringatan keras ini dilontarkan Trump saat melakukan kunjungan resmi ke Irlandia pada hari Minggu. Manuver serangan pesawat tak berawak (drone) jarak jauh Ukraina selama ini memang secara intens menargetkan pabrik pengolahan utama Rusia, nan berakibat pada penurunan drastis kapabilitas penyulingan negara pengekspor diesel terbesar kedua di bumi tersebut.

"Tuan Zelensky kudu melakukan satu hal. Ia kudu berakhir menghancurkan bahan bakar diesel di Rusia. Biarkan dia mengejar sasaran lain, tetapi jangan bahan bakar diesel, lantaran dia menyebabkan kekurangan diesel," tegasnya.

Trump juga menyoroti bahwa krisis pasokan diesel dunia saat ini murni disebabkan oleh bentrok di Eropa Timur, bukan imbas dari bentrok di Timur Tengah nan melibatkan AS, Iran, dan Israel.

"Ini tidak dilakukan oleh Timur Tengah. Ini dilakukan oleh apa nan terjadi dengan Rusia dan Ukraina," paparnya.

Peringatan Trump muncul saat perang memanas di Timur Tengah telah memicu lonjakan gila-gilaan pada nilai daya global, terutama akibat gangguan lampau lintas pelayaran di titik sempit Selat Hormuz. Harga minyak dunia meroket tajam ke level US$108 per barel pada pekan ini. Di saat nan sama, krisis pasokan telah memicu nilai diesel di AS memecahkan rekor tertinggi sepanjang masa, menembus nomor US$6 per galon pada hari Jumat lalu.

Rusia Mengamuk & Nyaris Bom Mantan Bos CIA

Di tengah teguran keras AS, perang udara antara Rusia dan Ukraina justru semakin tak terkendali. Pada Minggu awal hari, serangan drone Rusia menghantam sebuah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di kota Yahodyn, wilayah barat laut Ukraina nan berbatasan langsung dengan Polandia. Ancaman nan terus bersambung ini apalagi memaksa sebuah jaringan SPBU di ibu kota Kyiv untuk memasang kandang jaring di sekitar fasilitasnya guna meredam akibat ledakan.

Menteri Luar Negeri Ukraina Andrii Sybiha langsung mengecam keras kejadian nan sempat membikin penyeberangan perbatasan-jalur vital pengiriman support kemanusiaan dan militer Barat-ditutup sementara sebelum kembali beraksi pada pukul 10 pagi waktu setempat.

"Serangan barbar Rusia di titik penyeberangan perbatasan Ukraina-Polandia di Yahodyn bukan sekadar kelanjutan dari serangannya di perbatasan negara kita. Ini adalah teror Putin nan 'mengetuk' langsung pintu UE dan NATO," ungkapnya.

Senada dengan perihal itu, Menteri Luar Negeri Polandia Radoslaw Sikorski nan tengah berada di Kyiv memberikan peringatan keras atas memburuknya eskalasi di dekat perbatasan negaranya.

"Rusia melancarkan serangan menggunakan pesawat tak berawak nan ditingkatkan, dilengkapi dengan mesin jet dan sistem pedoman nan disempurnakan. Ini adalah sebuah eskalasi. Ini merupakan tantangan besar lainnya bagi Ukraina, tetapi juga bagi calon korban agresi Rusia di masa depan," tuturnya.

Lebih mengerikan lagi, Perusahaan Kereta Api Ukraina melaporkan bahwa sebuah lokomotif kereta penumpang juga dihantam drone Rusia nan hanya berjarak dua kilometer dari perbatasan Polandia. Sesaat sebelum serangan mematikan itu, sebuah kereta diplomatik nan membawa penasihat keamanan Uni Eropa dan mantan Perdana Menteri Inggris Boris Johnson tengah berada di stasiun Yahodyn.

Pada saat nan sama, kereta lain di stasiun tersebut juga ditumpangi oleh mantan kepala CIA David Petraeus.

Pihak Kereta Api Ukraina menyatakan sangat mungkin drone Rusia tersebut sengaja menargetkan kereta diplomatik, nan untungnya telah diberangkatkan lebih awal dari agenda demi menghindari ancaman. Boris Johnson pun mengutuk keras serangan tanpa maaf nan menargetkan kereta sipil ini sekaligus memuji keberanian ratusan pegawai perkeretaapian nan telah gugur sejak invasi 2022.

"Saya tidak tahu logika menyimpang apa nan mendorong Putin untuk meledakkan lokomotif Ukraina nan sedang berakhir di perbatasan Polandia pagi ini. Apa nan dapat kita katakan dengan pasti adalah bahwa ini adalah jenis serangan random dan tidak masuk logika nan dialami penduduk Ukraina setiap hari - apalagi di jalur kereta sipil," tegasnya.

Mantan PM Swedia Carl Bildt, nan saat itu baru saja menghadiri konvensi keamanan (YES) di Kyiv, turut membagikan kengerian serangan tersebut melalui akun X-nya dengan mengunggah video saat para penumpang dievakuasi.

"Ini bukan kereta kami, tetapi kereta nan melintas beberapa menit setelah kami di penyeberangan perbatasan Polandia," ucapnya.

Presiden Ukraina Zelensky membeberkan bahwa dalam sepekan terakhir saja, Rusia telah menembakkan lebih dari 2.000 drone ke Ukraina, dengan kebanyakan berupa model berkekuatan jet nan jauh lebih sigap dan susah untuk dicegat. Menanggapi perihal ini, Kementerian Pertahanan Rusia (via TASS) berkilah bahwa gempuran ke prasarana kereta api di wilayah barat Ukraina itu bermaksud murni untuk memutus transportasi kargo militer dari negara-negara Eropa.

Balasan Ukraina & Kepanikan Radar NATO

Sebagai tindakan balasan, militer Ukraina mengeklaim sukses menghantam kilang minyak TANECO di kota Nizhnekamsk, Republik Tatarstan, Rusia pada Minggu awal hari. Operasi campuran Pasukan Khusus, Dinas Keamanan (SBU), dan Intelijen Utama Ukraina ini dilaporkan oleh pejabat Tatarstan menewaskan dua penduduk sipil dan melukai sejumlah orang lainnya.

Ketegangan perang udara nan terus meluas ini praktis memicu kepanikan tingkat tinggi di negara-negara NATO nan berbatasan dengan Ukraina. Pada hari Minggu, otoritas Lituania terpaksa menutup sementara airport Vilnius dan NATO menerbangkan setidaknya satu jet tempur usai radar mendeteksi penampakan drone tak dikenal di wilayah udaranya.

Status siaga udara tersebut akhirnya dicabut setelah jet tempur NATO mengidentifikasi bahwa penampakan asing itu hanyalah kawanan burung. Ironisnya, sirine peringatan serupa juga sempat dipicu oleh kawanan burung di wilayah Polandia pada pekan sebelumnya.

(tps/luc) [Gambas:Video CNBC]

Selengkapnya
Sumber CNBC Indonesia News
CNBC Indonesia News