
Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menakut-nakuti bakal mengambil tindakan militer terhadap Oman jika negara itu mencampuri negosiasi AS-Iran. Trump menyatakan bahwa Washington menjalin kontak langsung dengan para pejabat dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
"Jika Oman menghalang-halangi, kami bakal membombardir mereka habis-habisan," ujar Trump kepada Fox News pada Senin (17/8/2026), saat ditanya mengenai peran Oman dalam negosiasi nan melibatkan Iran dan Selat Hormuz.
Pada Sabtu (15/8/2026), Iran menyatakan telah mencapai kesepakatan dengan Oman mengenai peta rute pelayaran untuk Selat Hormuz setelah melalui negosiasi teknis selama berminggu-minggu.
Beralih membahas Iran, Trump mengatakan bahwa Teheran sebaiknya mengibarkan "bendera putih tanda menyerah," seraya menambahkan: "Mereka pemain poker nan hebat, tetapi mereka sedang sekarat."
Ia juga mengonfirmasi bahwa Washington mempunyai jalur komunikasi tidak resmi (backchannel) dengan IRGC.
"Kami mempunyai jalur komunikasi tidak resmi dengan IRGC. Kami berbincang langsung dengan para pejabat IRGC di Iran," kata Trump, sebagaimana dilansir Anadolu.
IRGC kemudian membantah terlibat dalam pembicaraan dengan AS. Namun, para pejabat Iran mengatakan pada Senin bahwa mereka nyaris menyelesaikan kesepakatan dengan Oman mengenai pengiriman melalui Selat Hormuz.
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari
Follow
Berita Terkait
Telusuri buletin news lainnya
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·