Kecelakaan lampau lintas terjadi di Jalan Terusan Buahbatu, tepatnya di depan toko nomor 155, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Kamis (25/6/2026), sekitar pukul 13.00 WIB. Insiden ini melibatkan sebuah truk dan dua minibus. Sopir truk dilaporkan meninggal bumi dalam peristiwa tersebut.
Berdasarkan laporan penanganan kecelakaan Satlantas Polrestabes Bandung, truk tersebut melaju dari arah utara ke selatan di Jalan Terusan Buahbatu. Sementara itu, dua minibus nan terlibat dalam kecelakaan datang dari arah berlawanan, ialah dari selatan ke utara.
Kanit Gakkum Polrestabes Bandung, AKP Fiekry Adi Perdana, mengatakan kecelakaan diduga bermulai saat pengemudi truk kehilangan kesadaran ketika kendaraan melaju di letak kejadian. Kondisi itu membikin truk oleng ke kanan dan masuk ke jalur berlawanan.
“Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara dan keterangan saksi, kendaraan truk nan melaju dari arah utara ke selatan diduga lenyap kendali setelah pengemudinya tidak sadarkan diri. Kendaraan kemudian oleng ke kanan, masuk ke jalur berlawanan, lampau menabrak dua minibus sebelum akhirnya menghantam gedung toko,” kata Fiekry.
Akibat kejadian tersebut, pengemudi truk berinisial DS (41) meninggal dunia. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke Instalasi Forensik Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung untuk penanganan lebih lanjut.
Selain menewaskan pengemudi truk, kecelakaan ini juga menyebabkan kerusakan pada ketiga kendaraan nan terlibat serta gedung toko. Kerugian materi akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai sekitar Rpc20 juta.
Fiekry menambahkan, dari hasil penyelidikan sementara, korban diduga mengalami serangan jantung saat mengemudikan truk.
“Dugaan sementara, pengemudi truk mengalami serangan jantung saat berkendara. Korban diduga sudah meninggal bumi sebelum kendaraan menabrak minibus dan toko di letak kejadian,” ujar Fiekry.
Menurut dia, interogator tetap mendalami penyebab pasti kecelakaan tersebut, termasuk menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan kondisi korban sebelum peristiwa terjadi. Meski begitu, dari hasil penyelidikan awal, aspek manusia menjadi dugaan utama penyebab kecelakaan, ialah lantaran pengemudi truk kehilangan kesadaran saat berada di kembali kemudi.
Dari sisi kendaraan, polisi menyatakan seluruh kendaraan nan terlibat dalam kecelakaan berada dalam kondisi laik jalan. Sementara kondisi jalan di letak kejadian juga dilaporkan cukup baik, berupa jalan aspal lurus dan mendatar dengan cuaca cerah pada siang hari.
“Untuk aspek jalan dan kendaraan, sementara ini tidak ditemukan hambatan berarti. Jalan dalam kondisi baik, cuaca cerah, arus lampau lintas juga lancar. Karena itu, konsentrasi penyelidikan sementara mengarah pada kondisi pengemudi truk,” katanya.
Usai menerima laporan, petugas Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Bandung langsung mendatangi lokasi, melakukan olah TKP, mendata para pengemudi dan saksi, mengevakuasi korban, serta mengamankan kendaraan nan terlibat sebagai peralatan bukti.
Saat ini, polisi tetap melanjutkan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, melakukan gelar perkara awal, serta berkoordinasi dengan unit mengenai untuk memastikan rangkaian peristiwa kecelakaan tersebut.
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·