Tren Perawatan Estetika Bergeser ke Hasil Natural dan Minim Downtime

Sedang Trending 2 bulan yang lalu
Tren Perawatan Estetika Bergeser ke Hasil Natural dan Minim Downtime Ilustrasi(magnific)

TREN perawatan estetika di Indonesia mulai mengalami perubahan seiring meningkatnya preferensi masyarakat terhadap hasil nan lebih alami dan prosedur nan minim risiko. Jika sebelumnya tindakan estetika identik dengan perubahan nan terlihat signifikan dan hasil instan, sekarang pasien dinilai semakin mengutamakan kenyamanan, hasil natural, serta waktu pemulihan nan lebih singkat.

Perubahan tersebut terlihat dari meningkatnya minat terhadap teknologi skin tightening non-invasif nan bisa membantu mengencangkan kulit tanpa prosedur bedah maupun masa pemulihan nan panjang.

Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Blink Beauty Clinic, dr. Nur Dalilah, Sp.DVE, FINSDV, mengatakan masyarakat saat ini semakin selektif dalam memilih perawatan estetika, terutama nan tetap mempertahankan karakter wajah alami.

“Pasien sekarang condong mencari treatment nan hasilnya natural, nyaman dijalani, dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu teknologi non-invasif semakin banyak diminati,” ujarnya dalam peluncuran teknologi XERF di Blink Beauty Clinic, Jakarta, Jumat (22/5).

Menurut dia, perkembangan teknologi membikin prosedur pengencangan kulit saat ini dapat dilakukan dengan tingkat kenyamanan nan lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya.

Salah satu teknologi nan mulai diperkenalkan di Indonesia adalah XERF by Cynosure Lutronic, perangkat skin tightening berbasis radiofrequency (RF) dengan sistem multi-frequency monopolar RF. Teknologi tersebut menggunakan kombinasi gelombang 6,78 MHz dan 2 MHz untuk mendistribusikan daya secara lebih merata hingga lapisan kulit lebih dalam guna merangsang pembentukan kolagen.

Berbeda dengan sejumlah teknologi RF lain nan menggunakan metode micro-needle, prosedur XERF disebut tidak melukai jaringan kulit sehingga tidak menimbulkan downtime.

“Melalui fitur Accurate Impedance Feedback, XERF bisa menganalisis kulit secara real-time untuk memastikan penghantaran panas nan paling efektif dan presisi bagi pasien,” tutur Nur Dalilah.

Ia menambahkan perkembangan teknologi estetika sekarang semakin mengarah pada pendekatan personalisasi perawatan serta peningkatan kenyamanan pasien tanpa mengurangi kualitas hasil akhir.

Menurutnya, perubahan tren tersebut juga berangkaian dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap konsep healthy aging, ialah pendekatan nan lebih menekankan upaya menjaga kualitas kulit dan penampilan secara alami dibanding melakukan perubahan wajah secara drastis.

Nia Ramadhani nan turut datang sebagai Brand Ambassador Blink Beauty menilai kenyamanan dan hasil alami sekarang menjadi pertimbangan utama masyarakat dalam memilih perawatan estetika.

“Menurut aku, sekarang treatment aesthetic itu bukan hanya soal hasil nan cepat, tapi juga kudu nyaman, aman, dan tetap bikin wajah terlihat natural,” ujarnya.

Sementara itu, Head of Aesthetics  idsMED Aesthetics Marisa Theresia menilai perkembangan teknologi estetika tidak lagi hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pengalaman pasien selama menjalani perawatan.

“Kami memandang XERF bukan hanya sekadar perangkat estetika terbaru, tetapi sebuah penemuan nan memberikan akibat besar bagi perkembangan industri estetika medis, khususnya dalam menghadirkan hasil lifting dan tightening nan lebih natural, aman, dan minim downtime,” pungkasnya.

Peluncuran XERF di Blink Beauty sekaligus menandai klinik tersebut sebagai salah satu dari 10 klinik pertama di Indonesia nan menghadirkan teknologi tersebut. Kehadiran teknologi baru itu dinilai menunjukkan semakin ketatnya persaingan klinik estetika dalam menghadirkan jasa berbasis teknologi nan mengutamakan keamanan, kenyamanan, serta hasil nan lebih alami sesuai kebutuhan masyarakat urban. (Fal)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia