: Sejumlah wartawan membawa poster saat tindakan tenteram memperingati Hari Kebebasan Pers Sedunia alias World Press Freedom di Mataram, NTB, Selasa (5/5/2026).(ANTARA)
Kritik terhadap pemerintah merupakan bagian nan tidak terpisahkan dari kehidupan demokrasi. Namun, di tengah derasnya dinamika politik, masyarakat juga berkuasa memperoleh info nan utuh mengenai rekam jejak para tokoh nan menyampaikan kritik agar dapat menilai tiap pandangan secara objektif dan berimbang.
Pandangan tersebut mengemuka menyusul beragam kritik nan diarahkan kepada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam sistem demokrasi, kebebasan menyampaikan pendapat dijamin konstitusi dan jadi salah satu sistem krusial untuk mengawal jalannya pemerintahan.
Menurut pengamat politik dan norma Muslim Arbi, kritik pada pemerintah tidak boleh dipersoalkan lantaran merupakan kewenangan setiap penduduk negara. Namun, dia menilai publik juga mempunyai kewenangan untuk mengetahui latar belakang dan rekam jejak para tokoh nan aktif mengkritik pemerintah.
"Kritik kepada pemerintah Prabowo adalah sesuatu nan lumrah dalam demokrasi. Namun masyarakat perlu mengetahui track record orang-orang nan mengkritik pemerintahan Prabowo," ungkap Muslim Arbi menanggapi kritik nan dilontarkan tokoh oposisi Syukur Mandar pada pemerintahan Prabowo, Sabtu (27/6/2026).
Dia mengatakan seseorang nan menyampaikan kritik kepada pemerintah semestinya juga melakukan introspeksi terhadap perjalanan dan rekam jejaknya sendiri sehingga kritik nan disampaikan mempunyai landasan moral nan kuat.
Muslim menegaskan dirinya tidak mempersoalkan adanya kritik terhadap pemerintah. Menurutnya, transparansi mengenai rekam jejak tokoh publik merupakan bagian dari kewenangan masyarakat untuk memperoleh info secara utuh.
"Jangan sampai masyarakat hanya menerima narasi kritik tanpa mengetahui latar belakang orang nan menyampaikan kritik tersebut. Publik berkuasa menilai secara objektif," katanya.
Ia menambahkan kritik tetap mempunyai peran krusial sebagai sistem kontrol dalam negara demokrasi. Meski demikian, menurutnya, kualitas kritik bakal makin berbobot jika disampaikan oleh figur nan mempunyai integritas, konsistensi, dan rekam jejak nan baik.
Karena itu, Muslim berambisi masyarakat tidak hanya berfokus pada isi kritik nan disampaikan, tetapi juga mempertimbangkan kredibilitas penyampainya. Dengan demikian, ruang obrolan publik dapat berkembang secara sehat, berimbang, dan tetap menjunjung prinsip demokrasi.(H-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·