Liputan6.com, Jakarta - PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) tengah menyiapkan kajian mengenai rencana pengelolaan transportasi laut Kepulauan Seribu. Direktur Utama Transjakarta Welfizon mengatakan kajian tersebut dilakukan secara bertahap.
Welfizon mengatakan Transjakarta terlebih dulu mengumpulkan info dan aspirasi sebagai bagian dari persiapan pengelolaan jasa tersebut. Hal ini disampaikan Welfizon dalam rapat kerja berbareng Komisi B DPRD DKI Jakarta.
“Kami adalah BUMD di bawah pembinaan, secara teknis dari Dinas Perhubungan. Penugasan nan tadi disampaikan, tentu jika dari sisi kami, kami mempersiapkan diri,” kata Welfizon di Jakarta, dikutip Kamis (3/9/2026).
Dia menjelaskan fase pertama kajian ditargetkan rampung pada akhir September 2026. Kajian tersebut bakal mencakup strategi, corak entitas, serta aspek legalitas nan diperlukan.
“Langkah-langkah nan kita sudah ambil dengan gathering information, mengumpulkan aspirasi, dan mungkin fase 1 kami bakal selesaikan di akhir bulan ini kajiannya,” ujarnya.
Selanjutnya, fase kedua kajian bakal dilakukan sekitar Oktober hingga pertengahan November. Pada tahap ini, Transjakarta bakal membahas lebih lanjut mengenai tarif, public service obligation (PSO), pembiayaan, serta aspek lainnya dalam pengelolaan transportasi tersebut.
Lebih lanjut, dalam pembahasan mengenai skema pembiayaan, Welfizon menegaskan kebutuhan PSO tetap ada andaikan jasa transportasi ditujukan untuk masyarakat dengan tarif nan terjangkau.
“Selama tarifnya diatur untuk terjangkau oleh publik pasti tidak bisa tanpa PSO,” ucap dia.
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·