Transformasi Haji Era Prabowo Cetak Rekor Kepuasan Jemaah Tertinggi Sepanjang Sejarah

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Transformasi Haji Era Prabowo Cetak Rekor Kepuasan Jemaah Tertinggi Sepanjang Sejarah Jemaah haji Indonesia berswafoto berbareng Petugas Haji sebelum meninggalkan Mekah menuju Madinah, Minggu (31/5/2026).(MI/Akmal)

TRANSFORMASI penyelenggaraan ibadah haji pada era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto membuahkan rekor bersejarah. Pada tahun pertama operasional Kementerian Haji dan Umrah, Indeks Kepuasan Jemaah Haji Indonesia (IKJHI) 2026 tercatat mencetak nomor tertinggi sepanjang sejarah pengukuran.

Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS), IKJHI 2026 menembus nomor 91,45 persen dengan kategori Sangat Memuaskan. Sementara itu, Indeks Kepuasan Layanan Haji Indonesia (IKLHI) 2026 nan diukur BPS mencapai 83,28 persen dengan predikat Memuaskan.

Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI, Mochammad Irfan Yusuf, mengatakan hasil survei BPS menjadi tolok ukur objektif bahwa reformasi penyelenggaraan haji melangkah pada arah nan tepat.

“Alhamdulillah, transformasi haji pada era Presiden Prabowo mulai menunjukkan hasil nan terukur. Terima kasih kepada Bapak Presiden atas keberpihakan beliau terhadap pelayanan haji melalui pembentukan Kementerian Haji dan Umrah. Hari ini peningkatan kualitas jasa tidak hanya dirasakan oleh jemaah, tetapi juga dibuktikan oleh hasil pengukuran independen dari BPS,” kata Irfan di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Kamis (6/8).

Menurutnya, penyelenggaraan haji 1447 H/2026 M menjadi tonggak sejarah lantaran untuk pertama kalinya sepenuhnya dikelola oleh Kementerian Haji dan Umrah. Meski hanya mempunyai waktu persiapan sekitar tiga hingga empat bulan, operasional haji bisa melangkah dengan baik melalui sinergi sekitar 7.000 aparatur di seluruh Indonesia berbareng pemerintah Arab Saudi dan seluruh pemangku kepentingan.

Lebih dari itu, transformasi nan dijalankan pemerintah tidak berakhir pada aspek operasional, tetapi menyentuh reformasi kebijakan nan langsung berakibat bagi jemaah.

Di bawah pengarahan Presiden Prabowo, pemerintah bisa menurunkan biaya haji hingga 6 juta rupiah selama 2 tahun terakhir, menyiapkan perjanjian jasa tahun plural (multi years contract) untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menjaga kualitas layanan, memulai persiapan operasional jauh lebih awal, serta menghapus skema pelunasan tunda tukar agar proses pelunasan lebih sederhana, pasti, dan memberikan kepastian bagi calon jemaah.

Transformasi juga diwujudkan melalui penataan alokasi kuota berbasis provinsi agar pengedaran lebih proporsional dan berkeadilan, ekspansi jasa Makkah Route (fast track) sehingga proses keimigrasian semakin cepat, serta penambahan embarkasi baru untuk mendekatkan akses keberangkatan dan mengurangi beban perjalanan jemaah dari daerah.

“Seluruh pembenahan ini mempunyai tujuan nan sama, ialah menghadirkan jasa haji nan semakin mudah, semakin cepat, semakin adil, dan semakin berpihak kepada jemaah,” ujar Gus Irfan, sapaan kari Irfan Yusuf.

Tahun ini, BPS juga memperluas metode pengukuran melalui IKLHI dengan menambahkan survei kualitatif serta penilaian terhadap jasa sejak di dalam negeri hingga di Arab Saudi. Hasilnya, IKLHI 2026 mencapai 83,28 persen dengan kategori memuaskan.

Meski demikian, dia menegaskan pemerintah tidak bakal berpuas diri. Evaluasi menyeluruh tetap dilakukan, terutama terhadap jasa di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna), penguatan penerapan istithaah kesehatan, serta penyempurnaan tata kelola jasa pada musim haji berikutnya.

“Capaian ini bukan garis akhir, melainkan injakan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Arahan Presiden sangat jelas, penyelenggaraan haji kudu semakin profesional, semakin efisien, semakin transparan, dan nan terpenting semakin memudahkan jemaah,” tegasnya.

Selain meningkatkan kualitas pelayanan, pemerintah juga terus mendorong transformasi haji agar memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional melalui penguatan ekosistem haji, peningkatan penggunaan produk dalam negeri, serta optimasi faedah ekonomi bagi masyarakat Indonesia.

Menutup keterangannya, Gus Irfan membujuk calon jemaah untuk mempersiapkan diri sejak dini, baik dari sisi kesehatan, kesiapan bentuk dan mental, maupun pemahaman manasik, sehingga dapat menjalankan ibadah dengan optimal.

“Cita-cita kami sederhana, setiap tahun kualitas pelayanan kudu lebih baik dari tahun sebelumnya. Transformasi haji kudu betul-betul dirasakan manfaatnya oleh seluruh jemaah Indonesia,” ujarnya.
(P-4)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia