Transformasi Digital Paksa Dunia Pendidikan Berbenah, Lulusan tak Cukup Andalkan Ijazah

Sedang Trending 1 minggu yang lalu
Transformasi Digital Paksa Dunia Pendidikan Berbenah, Lulusan tak Cukup Andalkan Ijazah Ilustrasi(Dok Istimewa)

DI tengah percepatan transformasi digital dan semakin luasnya pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), tantangan pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia memasuki babak baru.

Memiliki gelar akademik dinilai tidak lagi cukup untuk menjamin seseorang bisa bersaing di bumi kerja. Kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, komunikasi, dan kemauan belajar sepanjang kehidupan sekarang menjadi aspek penentu daya saing tenaga kerja nasional.

Hal tersebut disampaikan Dean PPM School of Management Dr Wendra SE Ak MHRM ACP CPC dalam obrolan berjudul Merdeka Berkarier: Ketika Ijazah Saja Tidak Cukup di Dunia Kerja nan diselenggarakan PPM School of Management melalui program MAKSI di RRI Pro 1 FM.

Menurut Wendra, gelar akademik tetap mempunyai peran krusial sebagai bukti penguasaan kompetensi teknis dan menjadi salah satu persyaratan awal dalam proses rekrutmen.

Namun, perkembangan bumi kerja membikin perusahaan sekarang lebih menilai keahlian seseorang dalam menghadapi perubahan dan bekerja secara kolaboratif. "Gelar bakal membantu Anda mendapatkan pekerjaan. Namun, soft skill-lah nan bakal membikin Anda bercahaya lebih jauh," ujar Wendra.

Ia menjelaskan, keahlian seperti self confidence, membangun relasi (relationship building), kepemimpinan tim (team leadership), serta semangat untuk terus memperbarui pengetahuan (continuous learning) jadi kompetensi nan semakin dibutuhkan oleh beragam sektor industri.

Menurutnya, perubahan model upaya nan berjalan sangat sigap membikin perusahaan memerlukan talenta nan tidak hanya menguasai aspek teknis, tetapi juga bisa beradaptasi terhadap perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI dalam beragam proses kerja.

Wendra menilai tantangan tersebut menjadi rumor strategis bagi Indonesia dalam mempersiapkan SDM unggul menuju visi Indonesia Emas 2045. Perguruan tinggi, kata dia, mempunyai tanggung jawab besar untuk menghasilkan lulusan nan relevan dengan kebutuhan industri, bukan sekadar memenuhi sasaran kelulusan akademik.

Ia juga menyoroti tetap adanya kesenjangan antara bumi pendidikan dan kebutuhan pasar kerja. Fenomena mismatch antara latar belakang pendidikan dengan pekerjaan nan dijalani menunjukkan bahwa daya saing lulusan sekarang tidak lagi ditentukan oleh piagam semata, melainkan oleh keahlian nan betul-betul dibutuhkan industri.

Karena itu, Wendra mengimbau calon mahasiswa agar lebih selektif dalam memilih perguruan tinggi.

"Perguruan tinggi kudu bisa membentuk karakter, keahlian bekerja sama, kepemimpinan, dan jiwa kewirausahaan, selain memberikan penguasaan pengetahuan pengetahuan," katanya.

Ia menambahkan kualitas tenaga pengajar juga menjadi aspek penting. Menurutnya, pengajar nan mempunyai pengalaman praktis di bumi industri bisa memberikan wawasan lebih aplikatif sehingga mahasiswa lebih siap menghadapi tantangan bumi kerja setelah lulus.

Bagi calon mahasiswa program magister, Wendra juga mengingatkan pentingnya mempertimbangkan kualitas jejaring ahli nan dibangun selama masa studi. Lingkungan belajar nan dihuni mahasiswa dari beragam latar belakang pekerjaan dapat memperluas kerjasama dan membuka kesempatan pengembangan karier.

Tak hanya itu, dia membujuk para orang tua berkedudukan aktif mendampingi anak dalam menentukan pilihan pendidikan. Keputusan memilih kampus, menurutnya, perlu didasarkan pada kesesuaian program pendidikan dengan kebutuhan kompetensi masa depan, bukan semata-mata reputasi institusi. Melalui obrolan tersebut, PPM School of Management mendorong tumbuhnya kesadaran bahwa pembelajaran sepanjang kehidupan menjadi kebutuhan bagi setiap individu.

Di tengah perubahan ekonomi dan teknologi nan kian cepat, pengembangan soft skill dan keahlian beradaptasi menjadi fondasi krusial dalam meningkatkan daya saing SDM Indonesia dan mendukung kebutuhan bumi upaya terhadap tenaga kerja nan siap menghadapi tantangan masa depan. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia