Transformasi Digital, Layanan Apotek Kini Hadir Lewat WhatsApp

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
Transformasi Digital, Layanan Apotek Kini Hadir Lewat WhatsApp VIVA Apotek mendapat penghargaan Top Innovation Choice Award 2026 atas pengembangan jasa digital nan dinilai bisa meningkatkan kemudahan akses pengguna terhadap jasa kesehatan.(Dok. VIVA Apotek)

DIGITALISASI jasa kesehatan terus berkembang seiring perubahan perilaku masyarakat nan semakin mengandalkan platform digital dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Tidak hanya rumah sakit dan jasa telemedisin, sektor ritel kesehatan juga mulai memanfaatkan aplikasi percakapan nan berkawan digunakan masyarakat untuk menghadirkan jasa nan lebih sigap dan mudah diakses. Tren tersebut mendorong beragam pelaku industri kesehatan mengembangkan kanal jasa digital nan lebih dekat dengan pelanggan. 

Salah satunya dilakukan oleh VIVA Apotek melalui pengembangan jasa WhatsApp Commerce nan memungkinkan pengguna memperoleh info produk, berkonsultasi mengenai kebutuhan kesehatan, hingga melakukan pemesanan melalui satu platform.

Inovasi tersebut baru-baru ini memperoleh apresiasi melalui penghargaan Top Innovation Choice Award 2026. Penghargaan tersebut diberikan atas pengembangan jasa digital nan dinilai bisa meningkatkan kemudahan akses pengguna terhadap jasa kesehatan.

Presiden Direktur VIVA Apotek, Haryanto Winata, mengatakan transformasi digital kudu bisa menghadirkan faedah nyata bagi masyarakat, terutama dalam perihal kemudahan akses dan kecepatan layanan.

"Penghargaan ini menjadi apresiasi atas komitmen seluruh tim VIVA Apotek dalam menghadirkan penemuan jasa kesehatan nan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Kami percaya bahwa transformasi digital kudu bisa memberikan kemudahan akses, kecepatan layanan, serta pengalaman pengguna nan lebih individual dan seamless," ujarnya.

Menurut Haryanto, perusahaan bakal terus memperkuat pengembangan jasa digital guna mendukung akses kesehatan nan lebih mudah, cepat, dan terintegrasi bagi masyarakat Indonesia.

Melalui jasa WA Commerce, pengguna dapat memperoleh beragam info mengenai produk kesehatan, berkonsultasi mengenai kebutuhan produk, hingga melakukan pemesanan tanpa kudu beranjak ke beragam platform berbeda. Pendekatan tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk menghadirkan pengalaman pengguna nan lebih sederhana dan efisien.

Layanan ini juga menjadi bagian dari transformasi digital nan dilakukan perusahaan untuk mengintegrasikan teknologi dan jasa kesehatan ke dalam satu ekosistem nan lebih mudah dijangkau masyarakat. Selain meningkatkan kenyamanan pelanggan, pendekatan tersebut dinilai bisa memperkuat jasa nan lebih responsif dan berorientasi pada kebutuhan pengguna.

Head of WA Commerce VIVA Apotek, Muhammad Edi Irfandianto, mengatakan kebutuhan pengguna terhadap jasa nan sigap dan mudah diakses terus meningkat. 

"Kami memandang bahwa pengguna saat ini memerlukan jasa nan cepat, mudah, dan dapat diakses kapan saja. Karena itu, WA Commerce datang bukan hanya sebagai kanal komunikasi, tetapi juga sebagai solusi jasa kesehatan nan lebih praktis dan dekat dengan pelanggan," katanya.

Menurut dia, penggunaan aplikasi percakapan sebagai kanal jasa mempunyai kelebihan lantaran telah menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat. Dengan demikian, pengguna tidak perlu mempelajari platform baru untuk mengakses beragam kebutuhan kesehatan.

Seiring meningkatnya mengambil teknologi digital di sektor kesehatan, beragam pelaku industri diperkirakan bakal terus mengembangkan jasa nan lebih terintegrasi dan mudah diakses. Digitalisasi tidak lagi dipandang sekadar sebagai pemanfaatan teknologi, melainkan sebagai upaya menghadirkan jasa nan lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.

Bagi VIVA Apotek, pengembangan WA Commerce menjadi bagian dari langkah memperluas ekosistem jasa digital sekaligus memperkuat posisinya sebagai perusahaan ritel kesehatan nan adaptif terhadap perubahan perilaku konsumen. Ke depan, perusahaan menyatakan bakal terus mengembangkan jasa digital untuk mendukung akses kesehatan nan lebih modern, terintegrasi, dan mudah dijangkau masyarakat Indonesia. (E-1)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia