Transformasi Digital Birokrasi Bukan Sekadar Bikin Banyak Aplikasi

Sedang Trending 4 hari yang lalu
Transformasi Digital Birokrasi Bukan Sekadar Bikin Banyak Aplikasi Ilustrasi(Dok Istimewa)

PEMERINTAH Kota Tangerang Selatan (Pemkot Tangsel) mengubah parameter keberhasilan transformasi digital di lingkungan birokrasi. Ke depan, efektivitas digitalisasi tidak lagi diukur dari jumlah aplikasi nan diciptakan oleh setiap instansi, melainkan dari integrasi sistem nan bisa menghadirkan pelayanan publik nan lebih cepat, transparan, dan efisien.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menekankan bahwa teknologi kudu diposisikan sebagai instrumen penyelesaian masalah (problem solving), bukan sekadar proyek administratif nan berpotensi membingungkan masyarakat.

Asep menjelaskan bahwa aparatur pemerintah saat ini dituntut untuk tidak hanya memahami aspek teknis digital di atas kertas, melainkan kudu cekatan merespons kebutuhan riil di lapangan. Oleh lantaran itu, perubahan pola pikir (mindset) menjadi fondasi utama nan sedang digenjot oleh Pemkot Tangsel.

Di sisi internal, Diskominfo Tangsel terus memperkuat kompetensi strategis nan meliputi keamanan siber (cybersecurity) untuk perlindungan info sensitif warga, tata kelola info nan akuntabel, pemanfaatan kepintaran artifisial (AI) secara etis, serta penguatan etika (digital ethics) dan budaya digital (digital culture) bagi para aparatur.

"Aparatur tidak boleh terjebak pada rutinitas administratif nan kaku. Mindset kita nan pertama kudu diubah. Digitalisasi kudu masuk ke dalam langkah kita berpikir, langkah kita mengambil keputusan, dan langkah kita memberikan pelayanan kepada masyarakat," kata Asep melalui keterangannya, Senin (15/6/2026).

Sebagai langkah konkret mengatasi tumpang tindihnya aplikasi kedinasan, Pemkot Tangsel sekarang mengoptimalkan platform Tangsel ONE. Aplikasi super (super apps) ini mengintegrasikan puluhan jasa dari beragam Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ke dalam satu pintu nan dapat diakses secara berdikari oleh penduduk tanpa birokrasi tatap muka nan berbelit.

Asep menilai keberhasilan visi transformasi ini pada akhirnya tidak ditentukan oleh seberapa canggih perangkat keras nan dibeli melalui anggaran daerah, melainkan oleh kapabilitas para pemimpin di setiap lini lembaga untuk mengeksekusi perubahan.

Melalui langkah integrasi ekosistem lewat Tangsel ONE serta peningkatan kecakapan digital (digital skills) SDM, Pemkot Tangsel membidik terciptanya tata kelola pemerintahan nan lebih responsif terhadap dinamika kebutuhan publik.

"Transformasi digital nan sukses adalah transformasi nan manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di genggaman tangan mereka. Pelayanannya semakin sederhana, terintegrasi, dan berkualitas," pungkas Asep. (H-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia