Anggie Ariesta
, Jurnalis-Sabtu, 04 April 2026 |16:02 WIB

ICDX alias Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mencatatkan total notional value transaksi mencapai Rp12.477 triliun. (foto: Okezone.com/ICDX)
JAKARTA – Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) alias Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mencatatkan total notional value transaksi mencapai Rp12.477 triliun di kuartal I-2026, melonjak tajam 96 persen dibandingkan periode nan sama tahun sebelumnya sebesar Rp6.360 triliun.
Peningkatan ini juga terlihat pada volume transaksi nan mencapai 2.610.010 lot, alias tumbuh 19 persen dibandingkan kuartal I-2025 nan tercatat sebanyak 2.435.491 lot. Direktur ICDX, Nursalam, menilai capaian ini sebagai sinyal positif bagi industri perdagangan berjangka komoditi di tanah air.
“Catatan transaksi di kuartal I ini tentunya menjadi awal nan baik bagi industri perdagangan berjangka komoditi di tahun 2026. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem ini terus mendapatkan kepercayaan masyarakat untuk menjadi salah satu pengganti investasi,” ujar Nursalam, Sabtu (4/4/2026).
Adapun volume transaksi di segmen tertentu tumbuh 13 persen menjadi 460.402 lot. Notional value pada segmen ini meroket hingga 233 persen menjadi Rp110,5 triliun, jauh melampaui capaian tahun lampau sebesar Rp33,1 triliun.
Sedangkan volume transaksi secara keseluruhan meningkat 6 persen menjadi 2.149.608 lot, dengan notional value mencapai Rp12.366 triliun alias tumbuh 95 persen secara tahunan.
Melihat tren positif pada tiga bulan pertama, ICDX memproyeksikan pertumbuhan transaksi bakal terus bersambung hingga akhir tahun 2026. Nursalam menargetkan pertumbuhan total transaksi berada di kisaran 20 persen dibandingkan realisasi tahun 2025.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·