Feby Novalius
, Jurnalis-Senin, 06 April 2026 |16:15 WIB

Transaksi digital sekarang mulai membantu menopang keahlian perbankan secara umum. (foto: Okezone.com/Freepik)
JAKARTA - Transaksi digital sekarang mulai membantu menopang keahlian perbankan secara umum. Oleh lantaran itu, bank-bank memaksimalkan strategi pengembangan kanal digitalnya.
Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta Utama menilai keberhasilan jasa digital telah menjadi salah satu aplikasi finansial dengan pertumbuhan pengguna tercepat.
"Hal ini mendongkrak fee-based income secara signifikan. Di sisi lain, digitalisasi nan sukses memungkinkan menekan cost to income ratio (CIR), sehingga efisiensi operasional sekarang mulai meningkat," jelasnya, Senin (6/4/2026).
Selain itu, perbankan juga mempunyai untung secara ekosistem BUMN dan Danantara. Konsolidasi aset negara melalui Danantara bakal memerlukan jasa perbankan korporasi nan kompleks, sindikasi kredit, hingga manajemen kas berskala besar.
"Prospek pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, hilirisasi sektor industri dan daya termasuk daya baru dan terbarukan diperkirakan bakal meningkatkan kebutuhan pembiayaan besar dan angsuran korporasi, nan bisa jadi kesempatan besar bagi perbankan nan mempunyai kapabilitas," terangnya.
Menurutnya, perbankan mempunyai kelebihan dari sisi dividen ditambah dengan potensi return total nan menarik. Dengan demikian, bagi penanammodal nan mencari imbal hasil (income dan capital gain), sektor perbankan tetap menarik. Adapun, dividen yield diperkirakan mencapai 8,80%.
Direktur Finance & Strategy menyampaikan bahwa hingga Februari 2026 volume transaksi melalui jasa digital terus menunjukkan tren peningkatan nan signifikan, dengan total transaksi mencapai lebih dari 738,7 juta transaksi sejak awal tahun, alias tumbuh sekitar 28% secara tahunan (YoY).
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·