Tradisi Minum Susu Putih 1 Muharam: Makna, Doa, dan Keutamaannya

Sedang Trending 4 hari yang lalu
 Makna, Doa, dan Keutamaannya Ilustrasi.(Magnific)

MEMASUKI awal tahun baru 1448 Hijriah, umat Islam di beragam bagian bumi mempunyai beragam tradisi mulia untuk menyambutnya. Salah satu tradisi nan sarat bakal makna simbolis dan spiritual adalah meminum susu putih pada malam 1 Muharam. Kebiasaan ini dikenal sebagai bagian dari ibadah para orang saleh (Min Da’bis Sholihin) untuk mengawali tahun dengan kesucian.

Tradisi Abuya Sayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki

Tradisi ini sangat lekat dengan sosok ustadz besar asal Mekah, Abuya Sayyid Muhammad bin Alawy Al Maliki. Beliau secara istikamah mengamalkan minum susu pada malam 1 Muharam dan membagikannya kepada para santri sebagai corak kegembiraan menyambut tahun baru Islam.

Waktu nan dianjurkan untuk melaksanakan ibadah ini adalah pada malam 1 Muharram sebelum waktu Subuh tiba.

Makna Tafa'ulan: Harapan Tahun nan Putih

Secara esensi, meminum susu putih di awal tahun merupakan corak tafa'ulan. Dalam tradisi Islam, tafa'ulan berfaedah melakukan sesuatu dengan angan mendapatkan nasib baik alias keberkahan nan serupa dengan simbol barang tersebut.

Dengan meminum susu nan berwarna putih bersih, terselip angan dan angan agar sepanjang tahun nan bakal dijalani dijadikan sebagai:

  • Tahun nan putih dan suci dari dosa.
  • Tahun nan bersih hati dan pikirannya.
  • Tahun nan dipenuhi dengan kebaikan kebaikan dan keberkahan.

Doa Minum Susu Putih:

اللهم بارك لنا فيه و زدنا منه

"Allahumma barik lana fihi wa zidna minhu"

Artinya: "Ya Allah, berikanlah keberkahan kepada kami dalam susu ini dan tambahkanlah (keberkahan) di dalamnya."

Menariknya, redaksi angan "wa zidna minhu" (tambahkanlah darinya) secara unik diajarkan Rasulullah SAW hanya untuk minuman susu, tidak untuk minuman lain termasuk madu. Hal ini menunjukkan keistimewaan susu sebagai nutrisi nan sempurna bagi manusia.

Baca juga: NU Tetapkan 1 Muharam 1448 Jatuh pada Rabu 17 Juni 2026

Keutamaan Susu dalam Perspektif Islam

Susu bukan sekadar minuman biasa, melainkan hidayah nan disebutkan dalam Al-Qur'an dan Hadits. Beberapa fadhilah susu antara lain:

  1. Simbol Fitrah: Saat peristiwa Isra' Mi'raj, Rasulullah SAW memilih susu dibandingkan khamar ketika disuguhkan oleh Malaikat Jibril. Hal ini menjadi tanda kesucian (fitrah) bagi umat Islam.
  2. Nutrisi Sempurna: Susu mengandung unsur nan mendukung pertumbuhan fisik, terutama bagi anak-anak, serta memberikan rasa kenyang nan mencukupi.
  3. Kebaikan nan Menyeluruh: Tidak ada satu pun sunnah Rasulullah SAW, termasuk rekomendasi mengonsumsi susu, nan tidak mengandung hikmah kesehatan dan spiritual di dalamnya.

Baca juga: Urutan 30 Surat Juz Amma Lengkap Arab, Latin, dan Arti

Mengawali tahun dengan sesuatu nan putih dan manis adalah langkah bagus untuk menanamkan optimisme. Semoga dengan menjalankan tradisi ini, tahun baru Hijriah kita senantiasa diberkahi oleh Allah SWT.

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia