Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (depan, ketiga dari kiri).(DOK PT TAM)
PT Toyota-Astra Motor (TAM) bekerja-sama dengan Rekosistem, menghadirkan Waste Station Balai Kota DKI Jakarta sebagai bentuk nyata support terhadap pengelolaan sampah anorganik nan lebih bertanggung jawab, sekaligus memperkuat penerapan ekonomi sirkular di Jakarta. Fasilitas ini berada di Balai Kota DKI Jakarta, Jl. Medan Merdeka Selatan, Gambir, Jakarta Pusat, dan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung bertepatan dengan penyelenggaraan Jakarta Eco Future Festival.
Toyota berkomitmen untuk terus berkontribusi mendukung upaya Pemerintah Indonesia untuk mencapai net zero carbon emission. Termasuk upaya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat terhadap pemilahan, pengumpulan, dan daur ulang sampah. Kehadiran Waste Station di Balai Kota DKI Jakarta menjadi kelanjutan dari kerjasama Toyota dan Rekosistem nan sebelumnya telah diwujudkan melalui Waste Station di Golf Island, Pantai Indah Kapuk, dan Mall of Indonesia.
“Kehadiran Waste Station Balai Kota DKI Jakarta merupakan bagian dari komitmen Toyota untuk berkontribusi secara nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Kami berambisi akomodasi ini tidak hanya menjadi tempat pengumpulan sampah anorganik, tetapi juga menjadi ruang edukasi nan dapat menginspirasi masyarakat untuk membangun kebiasaan memilah sampah dari sumbernya. Melalui kerjasama berbareng Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Rekosistem, Toyota mau terus mendukung terciptanya lingkungan nan lebih bersih dan berkelanjutan,” kata President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Takuya Yokohama.
Toyota Ajak Masyarakat Lebih Luas Untuk Berkontribusi Pada Lingkungan Melalui program Toyota Berbagi, TAM secara konsisten menjalankan beragam inisiatif sosial dan lingkungan nan berfokus pada kontribusi berkepanjangan berbareng masyarakat. Waste Station merupakan salah satu upaya Toyota untuk mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola sampah anorganik, mulai dari pemilahan hingga proses daur ulang nan lebih terukur.
Inisiatif ini juga sejalan dengan kebijakan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam mendorong pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga dan memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat. Dengan pendekatan kolaboratif antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat, Waste Station diharapkan dapat menjadi solusi nan relevan dalam mendukung pengelolaan sampah perkotaan nan lebih efektif.
Waste Station Balai Kota DKI Jakarta Menjadi Sustainability Living Lab Pertama Waste Station Balai Kota DKI Jakarta dirancang sebagai Sustainability Living Lab pertama, nan tidak hanya berfaedah sebagai titik pengumpulan sampah anorganik daur ulang, tetapi juga sebagai sarana edukasi lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat terhadap ekonomi sirkular. Melalui akomodasi ini, masyarakat dapat memahami pentingnya memilah sampah, mengurangi sampah nan berhujung di tempat pembuangan akhir, serta memandang gimana sampah anorganik dapat kembali mempunyai nilai manfaat.
Dengan potensi sekitar 10.000 visitor setiap hari di area Balai Kota DKI Jakarta, akomodasi ini diharapkan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat dan mendorong kebiasaan pengelolaan sampah nan lebih bertanggung jawab. Waste Station Balai Kota DKI Jakarta diharapkan menjadi contoh kerjasama antara sektor publik dan swasta dalam membangun sistem pengelolaan sampah nan lebih berkelanjutan.
“Toyota percaya bahwa upaya menjaga lingkungan perlu dilakukan bersama, melainkan memerlukan kerjasama berbareng antara pemerintah, sektor swasta, komunitas, dan masyarakat. Karena itu, kehadiran Waste Station Balai Kota DKI Jakarta diharapkan dapat menjadi model edukasi dan pengelolaan sampah nan mudah diakses masyarakat, serta dapat terus dikembangkan agar memberikan akibat positif nan lebih luas bagi Jakarta dan Indonesia,” jelas Vice President Director PT Toyota-Astra Motor (TAM), Jap Ernando Demily. (H-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·