Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) sukses mendapatkan penghargaan Indonesia Food Transformation Award dalam aktivitas Food Summit 2026 CNBC Indonesia nan digelar CNBC Indonesia di Jakarta pada Senin (27/4/2026).
Penghargaan tersebut diberikan sebagai corak apresiasi atas komitmen Zulkifli Hasan dalam mewujudkan masa depan pangan Indonesia nan lebih berdikari dan berkelanjutan. Capaian ini tidak lepas dari peran Zulhas dalam melakukan percepatan di beragam program strategis nasional, salah satunya untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
Asal tahu saja, pemerintah di bawah komando Zulhas menyiapkan anggaran jumbo sebesar Rp139,4 triliun pada 2025 nan dialokasikan ke beragam kementerian dan BUMN terkait, termasuk sektor pertanian, kelautan, pekerjaan umum, serta pupuk. Bersamaan dengan itu, pemerintah juga mengalokasikan Rp16,259 triliun sebagai Dana Desa untuk mendukung ketahanan pangan nasional.
Zulhas juga turut menggalakkan program swasembada protein melalui pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP). Dalam konteks ini, pemerintah membidik pembangunan sekitar 1.000 kampung nelayan di seluruh Indonesia nan dilengkapi akomodasi pabrik es dan cold storage. Langkah ini ditempuh guna memperkuat pasokan ikan nasional, menjaga stabilitas harga, termasuk menopang kebutuhan bahan baku untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG)
Lebih jauh, program MBG juga ditargetkan sebagai mesin penggerak ekonomi pangan nasional. Saat melangkah penuh, kebutuhan harian diperkirakan mencapai 82,9 juta butir telur, jumlah serupa untuk daging ayam, sayur-mayur, buah-buahan, hingga ikan segar. Pemerintah juga memastikan hasil panen petani seperti padi, jagung, dan singkong tetap terserap melalui kebijakan pembelian langsung.
Untuk memperkuat ekonomi desa, pemerintah membentuk Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes) nan berkedudukan sebagai offtaker alias penyerap hasil produksi desa, mulai dari pertanian, perikanan hingga peternakan. Produk nan terserap kemudian dipasok ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai bahan baku program MBG.
Upaya percepatan reformasi di sektor hulu juga dilakukan oleh Zulhas dengan menyederhanakan proses pengedaran pupuk bersubsidi lewat Peraturan Presiden (Perpres) baru agar pupuk lebih sigap sampai ke petani. Selain itu, pembangunan saluran irigasi turut dipercepat agar petani tidak lagi berjuntai pada curah hujan dan dapat meningkatkan intensitas tanam di beragam daerah.
Kontribusi Zulhas dalam menjaga stabilitas nilai pangan juga besar ialah dengan memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga. Langkah ini dipadukan dengan program Gerakan Pangan Murah (GPM) dan operasi pasar murah nan menyalurkan beras, cabai, gula, bawang, daging, telur, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya. Pemerintah juga menyalurkan support pangan beras dan minyak goreng kepada lebih dari 33 juta family penerima faedah pada Februari-Maret 2026.
Tak hanya kebijakan nasional, Zulhas juga mendorong modernisasi pertanian lewat support perangkat dan mesin pertanian (alsintan). Di Kebumen misalnya, pemerintah menyalurkan 136 unit alsintan kepada 56 golongan tani di 19 kecamatan, mulai dari hand traktor, pompa air, mesin perajang, hingga traktor roda empat.
Melalui rangkaian kebijakan ini, Zulkifli Hasan menempatkan ketahanan pangan bukan sekadar rumor produksi, tetapi agenda besar nasional nan menghubungkan petani, nelayan, koperasi desa, industri logistik, hingga pemenuhan gizi masyarakat.
(dpu/dpu)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·