Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kebijakan kerja dari rumah alias Work From Home (WFH) sehari setiap minggu bersambung hingga dua bulan ke depan.
Seperti diketahui, kebijakan ini sebelumnya ditetapkan bertindak mulai April 2026. Kebijakan ini dilakukan dalam rangka penghematan daya di tengah bentrok Iran nan mempengaruhi pasokan minyak dan gas.
"Ya kan kita monitor perangnya ini kan kita lihat lagi, 2 bulan lagi, gimana situasinya," ujar Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, kemarin (21/5/2026).
Sejauh ini, dia menilai ebijakan ini cukup efektif dalam menurunkan konsumsi bahan bakar nasional. Namun dia enggan menjelaskan lebih jauh besaran penghematan nan sukses dilakukan.
"Ya tentu konsumsi-nya (BBM) turun. (Hitungan penghematan dari WFH) ada, kelak di kantong," katanya.
Dalam patokan Menteri PANRB, penyesuaian pola kerja ASN ini dilakukan melalui kombinasi elastisitas letak kerja, ialah empat hari kerja di instansi (work from office/WFO) pada Senin hingga Kamis dan satu hari kerja dari rumah/tempat tinggal nan menjadi letak domisili ASN (work from home/WFH) pada hari Jumat.
Namun, pada praktiknya, penerapan masing-masing kementerian dan lembaga disesuaikan dengan kegunaan dan tugas ASN.
(haa/haa)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
2 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·