Jakarta, CNBC Indonesia — Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim resmi mengumumkan penurunan nilai bahan bakar diesel bersubsidi bagi seluruh rakyatnya menjadi 2,10 ringgit (Rp 9.030) per liter. Kebijakan pelonggaran beban ekonomi ini dijadwalkan bakal mulai bertindak secara serentak di seluruh wilayah Malaysia pada bulan Juli mendatang.
Mengutip akun IG @anwaribrahim_my, hari Minggu (21/06/2026), keputusan pemangkasan nilai dari nan sebelumnya sebesar 2,15 ringgit (Rp 9.245) per liter ini diumumkan langsung oleh sang PM saat melakukan kunjungan kerja di Bintulu.
Skema penyaluran bahan bakar minyak bersubsidi terbaru ini nantinya bakal diimplementasikan secara seragam di seluruh negeri melalui sistem penggunaan kartu identitas nasional MyKad.
"Tatkala bumi tetap bergulat dengan krisis bekalan global, Kerajaan MADANI memilih untuk memastikan hasil reformasi, pelaburan dan pertumbuhan ekonomi negara dipulangkan semula kepada rakyat melalui penurunan nilai diesel bersubsidi ini," tulis keterangan resmi Anwar Ibrahim mengenai visi kerakyatan di kembali kebijakan tersebut.
Selain menurunkan nilai komoditas diesel, pihak pemerintah juga memastikan bakal tetap menjaga stabilitas nilai bahan bakar jenis lainnya demi menopang daya beli masyarakat. PM Anwar menegaskan komitmen kabinetnya untuk mempertahankan nilai jual satuan bensin jenis RON95 bersubsidi tetap stabil pada level nilai 1,99 ringgit (Rp 8.557) per liter.
Kebijakan penyesuaian tarif daya ini diharapkan bisa menjadi stimulus positif bagi roda perekonomian domestik di tengah ketidakpastian rantai pasok global.
Pihak Kementerian Keuangan II Malaysia dijadwalkan bakal memaparkan secara menyeluruh mengenai rincian teknis serta patokan penyelenggaraan insentif subsidi diesel ini kepada publik pada besok hari.
(mkh/mkh)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·