TNI AD Tak Mau Jembatan Merah Putih Pangandaran Disebut Ambruk

Sedang Trending 55 menit yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

TNI Angkatan Darat membantah Jembatan Gantung Merah Putih Pongpet di Dusun Margajaya RT 01/12, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ambruk saat peresmian pada Minggu (30/8).

Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono mengatakan jembatan itu mengalami perubahan posisi.

Kondisi tersebut, kata dia, terjadi setelah lebih dari 50 orang melintas secara bersamaan, melampaui kapabilitas nan telah ditentukan, sehingga tali sling pada sisi kiri jembatan terlepas dari pengikat utama dan menyebabkan jembatan menjadi miring.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebagaimana diberitakan sejumlah media, kondisi tersebut disebut sebagai ambruknya jembatan. Untuk meluruskan info tersebut, kondisi nan terjadi bukan merupakan keruntuhan alias ambruknya keseluruhan struktur jembatan," kata Donny dalam keterangan tertulis, Senin (31/8).

Ia menjelaskan struktur utama jembatan tetap berada pada posisinya, sementara bagian nan mengalami hambatan adalah tali sling pada sisi kiri nan terlepas dari sistem pengikat utama.

Sebelum digunakan, kata dia, Kodim 0625/Pangandaran juga telah memberikan sosialisasi kepada masyarakat dan membikin papan pemberitahuan di sisi jembatan mengenai kapabilitas dan ketentuan penggunaannya.

"Namun, antusiasme penduduk setelah prosesi peresmian menyebabkan ketentuan tersebut tidak diindahkan. Peristiwa terjadi saat jejeran Forkopimda berbareng masyarakat bergerak menuju letak aktivitas setelah prosesi pengguntingan pita oleh Bupati Pangandaran," ujarnya.

Ia mengatakan pasca kejadian, Kodim 0625/Pangandaran berbareng Dinas PUPR Kabupaten Pangandaran langsung bergerak melakukan penanganan.

Jembatan saat ini belum dibuka untuk masyarakat dan tetap menjalani perbaikan serta pertimbangan teknis untuk memastikan keamanan dan kelayakannya sebelum kembali dapat digunakan.

Donny menjelaskan pertimbangan meliputi pemeriksaan kekuatan struktur, sistem pengikat tali sling, serta kapabilitas maksimal jembatan.

"Hasil pertimbangan bakal menjadi dasar untuk memastikan seluruh komponen bangunan dalam kondisi kondusif sekaligus menyempurnakan pengaturan penggunaan jembatan ke depan," katanya.

Ia juga menjelaskan Jembatan Gantung Pongpet dibangun Kodim 0625/Pangandaran sebagai bagian dari upaya membantu meningkatkan akses dan konektivitas masyarakat Desa Margacinta dan sekitarnya.

Kehadiran jembatan diharapkan dapat mendukung mobilitas serta aktivitas sosial dan ekonomi penduduk setelah seluruh proses perbaikan dinyatakan selesai.

"TNI AD memastikan penanganan dilakukan secara sigap dan terukur dengan mengutamakan keselamatan masyarakat," katanya.

Jembatan gantung Pongpet nan ada di Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, runtuh saat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami dan Dandim serta sejumlah pejabat meresmikan jembatan tersebut.

Dalam video tersebut terlihat Bupati Pangandaran Citra Pitriyami berbareng Dandim 0625 Pangandaran dan sejumlah pejabat lainnya berada di atas jembatan.

Tiba-tiba, bagian jembatan mengalami kerusakan hingga membikin sejumlah orang nan berada di atasnya terjatuh. Beruntung, seluruh rombongan selamat.

Kapolsek Cijulang Iptu Dimas Aditama mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Seluruh penjabat nan datang pun dinyatakan selamat dalam kejadian tersebut.

"Aparat langsung melakukan pengamanan di lokasi. Alhamdulillah, tidak ada korban jiwa dan situasi tetap kondusif serta kondusif," ujar Dimas, Senin (31/8).

(yoa/dal)

placeholder

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional