Jakarta, CNN Indonesia --
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta seluruh kepala wilayah menghentikan perekrutan tenaga honorer baru agar tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Tito menjelaskan saat ini hanya terdapat 67 wilayah nan mempunyai porsi shopping pegawai di bawah 30 persen dari total APBD. Rinciannya terdiri atas 17 provinsi, 48 kabupaten, dan dua kota.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Artinya dominan sudah di atas 30 persen," kata Tito dalam rapat kerja berbareng Komisi II DPR RI, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (8/6)
Ia mengatakan kudu ada upaya nan diambil pemerintah wilayah agar porsi shopping pegawai tidak bertambah.
Salah satu langkah nan dapat dilakukan adalah mengurangi pegawai alias menahan penambahan pegawai baru, terutama tenaga honorer.
"Opsinya nomor satu adalah mengurangi pegawai alias menahan pegawai. Artinya tidak ada rekrutmen baru, apalagi tenaga honorer. Honorer sudah dimoratorium. Ini minta betul untuk seluruh kepala wilayah ya. Harus tegas tidak ada tenaga honorer baru," kata Tito.
Menurut Tito, kebutuhan tenaga kerja di sektor tertentu seperti pembimbing dan tenaga kesehatan tetap berfaedah untuk masyarakat.
Namun, dia menyinggung banyaknya tenaga honorer manajemen nan direkrut tapi tidak kompeten.
"Tapi jika untuk nan tenaga administrasi, seringkali tidak kompeten, tidak mempunyai kapabilitas. Ya mungkin bawaan dari pejabat-pejabat sebelumnya, kepala daerah, tim sukses dimasukkan di sana datang jam 8, pulang jam 10. Jadi beban. Dan setelah itu numpuk lah honorer ini dari kepala wilayah ke kepala daerah," katanya.
Tito mengatakan penumpukan tenaga honorer dari waktu ke waktu itu akhirnya memunculkan tuntutan agar mereka diangkat menjadi PPPK. Setelah diangkat, menjadi beban APBD.
"Akhirnya menjadi beban dan ditentukan dibayar, dibiayai oleh APBD saat itu. Untuk rekan-rekan kepala daerah, tolong jangan ada lagi dulu penambahan honorer, lantaran bakal menjadi beban. Beban biaya shopping pegawai dan jadi beban kepala wilayah berikutnya," kata dia.
(yoa/fra)
Add
as a preferred source on Google
[Gambas:Video CNN]
1 minggu yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·