Tito Dorong Prioritas Konstruksi Huntap Sumatra, Lanjut Infrastruktur

Sedang Trending 2 bulan yang lalu

Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas (Kasatgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR), Muhammad Tito Karnavian menyatakan bahwa penanganan pengungsi pascabencana Sumatra terus dikebut melalui pembangunan kediaman sementara (huntara) dan rencana pembangunan kediaman tetap (huntap).

Hal ini diungkapkan Tito usai Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana di Aceh, Sumatra Utara (Sumut), dan Sumatra Barat (Sumbar). Ia mengingatkan pembangunan huntap untuk dipercepat, agar masyarakat tidak terlalu lama tinggal di huntara.

"Huntap adalah menjadi prioritas nan paling penting, kemudian juga kelak hal-hal nan sangat urgen, seperti jembatan, jalan, nan itu memang menjadi jalan utama," ujar Tito di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, Senin (6/4).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Sumatra Barat (Sumbar) menjadi wilayah nan paling sigap pulih menyusul musibah hidrometeorologi nan melanda pada November 2025 lalu.

Ia menjelaskan, ada sejumlah parameter pemulihan wilayah nan terdampak bencana, mencakup kegunaan pemerintahan, prasarana jalan dan jembatan, jasa kesehatan dan pendidikan, aktivitas ekonomi masyarakat, serta pemenuhan kebutuhan dasar seperti listrik, air bersih, dan jaringan komunikasi.

"Kami memandang bahwa untuk di Sumatra Barat relatif paling sigap ya, lantaran dari 19 kabupaten/kota, 16 terdampak itu, 13 kabupaten/kota itu pemerintah dan pemerintahan maupun masyarakatnya melangkah relatif lancar," kata Tito.

Di Sumut, sebagian besar wilayah juga menunjukkan kemajuan signifikan, dengan beberapa wilayah tetap memerlukan perhatian khusus. Sementara di Aceh, sejumlah wilayah telah mendekati kondisi normal, dengan sejumlah wilayah tetap memerlukan penanganan intensif, seperti Aceh Tamiang.

Lebih lanjut, Tito mengapresiasi sinergi beragam pihak dalam upaya memulihkan Sumatra pascabencana. Ia mencontohkan respons sigap penanganan prasarana oleh Kementerian Pekerjaan Umum saat terjadi gangguan akses jalan.

Tito mengakui, tetap banyak pekerjaan nan kudu diselesaikan, seperti normalisasi sungai, perbaikan lahan pertanian dan tambak, serta pembangunan prasarana permanen. Pemerintah memperkirakan proses pemulihan secara menyeluruh bakal berjalan hingga tiga tahun ke depan.

"Ini luas sekali dan kompleks masalahnya, sehingga dibuatkan renduk, rencana induk, oleh Bappenas untuk 3 tahun," pungkas Tito.

(rea/rir)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNN]

Selengkapnya
Sumber CNN Indonesia Nasional
CNN Indonesia Nasional