Mantan pacar mungkin jadi salah satu orang nan paling nggak pengin Anda temui lagi setelah hubungan berakhir. Sebab, ketemu dia bisa saja bikin kenangan lama muncul lagi, padahal Anda sudah susah payah mencoba melupakannya.
Sayangnya, bumi kadang memang sesempit itu. Ada saja kemungkinan Anda kembali berjumpa mantan, entah saat kondangan, reunian, nongkrong bareng teman, alias apalagi di tempat nan sama sekali nggak Anda duga.
Kalau sudah begini, wajar banget jika Anda mendadak gugup dan bingung kudu bersikap seperti apa. Nah, nggak perlu langsung panik. Sejumlah kawan kumparan berbagi tips soal topik obrolan nan kondusif saat nggak sengaja ketemu mantan.
Kira-kira, apa saja dan gimana langkah menghadapi situasinya? Yuk, kepoin tipsnya di bawah ini.
Tips Mengobrol dengan Mantan
Tips pertama datang dari kawan kumparan Dinda (22). Saat nggak sengaja berjumpa dengan mantan, perihal pertama nan bakal dia lakukan adalah menyapanya alias sekadar melempar senyum.
Setelah menyapa, Dinda belum tentu langsung membujuk mantan mengobrol. Ia bakal memandang situasi terlebih dulu untuk memastikan apakah momennya memang memungkinkan untuk berbincang. “Kalau situasinya memungkinkan, baru ngobrol sebentar,” katanya.
Jika akhirnya mengobrol, Dinda menyarankan untuk memilih topik nan ringan dan umum. Misalnya, menanyakan kabar, pekerjaan, alias kesibukan nan sedang dijalani.
Sebaliknya, dia memilih menghindari pembahasan soal hubungan, argumen putus, maupun kehidupan percintaan masing-masing. Menurutnya, topik tersebut justru bisa membikin suasana menjadi canggung.
Adapun beberapa perihal nan Dinda tegaskan jika mau membuka obrolan dengan mantan, di antaranya:
Ngobrol saja sewajarnya.
Jangan terlalu memaksakan percakapan.
Ngobrol santuy tanpa perlu membuka cerita lama.
Kalau memang sudah nggak ada topik nan bisa dibahas, Anda bisa langsung pergi.
Tips serupa juga disampaikan kawan kumparan Annisa (17). Berbeda dengan Dinda, dia biasanya memilih bersikap biasa saja saat nggak sengaja berjumpa mantan, seolah-olah nggak pernah mengenalnya.
Namun, jika keadaan membikin mereka kudu mengobrol, Annisa menyarankan untuk nggak membahas masa lampau alias kenangan bersama. Ia juga mengingatkan agar nggak terlalu banyak bertanya tentang kehidupan pribadi sang mantan.
Hal lain nan menurut Annisa krusial untuk dihindari adalah membandingkan masa lampau dengan kondisi sekarang. “Jangan pernah sekali-kali bandingin masa lampau dengan masa depan/kini, apalagi sampai meluncur kata-kata kayak gini, ‘Seandainya waktu itu saya dan Anda memilih nggak selesai, ya pasti sekarang kita berdua tetap sama dan bahagia,’” tuturnya.
Jadi, jika memang kudu berbincang, Annisa menyarankan untuk membatasi obrolan pada hal-hal nan umum saja. Setelah percakapan selesai, nggak ada salahnya untuk segera pamit dan melanjutkan aktivitas masing-masing.
Tips terakhir diberikan oleh kawan kumparan Jordan (26). Saat nggak sengaja berjumpa mantan, Jordan memilih untuk menyapanya dengan baik-baik, layaknya berjumpa dengan seorang teman.
Untuk topik obrolan, dia biasanya membahas hal-hal ringan seputar keseharian sang mantan, misalnya kondisi di tempat kerja. Jika mantan nan lebih dulu membuka suatu topik, Jordan bakal menanggapinya secukupnya, seperti saat menjadi kawan curhat.
Namun, satu perihal nan paling Jordan tekankan adalah jangan mudah terbawa perasaan. “Jangan baper aja sih, utamakan menjaga hubungan baik (sebatas teman) hehe,” ucapnya.
Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan kawan baru di organisasi kawan kumparan. Klik kum.pr/temankumparan
18 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·