Ilustrasi(magnific)
OLAHRAGA angkat beban alias weightlifting kian digemari masyarakat sebagai langkah efektif membentuk tubuh dan meningkatkan kekuatan. Namun, konsentrasi nan salah dalam latihan ini justru dapat memicu masalah kesehatan.
Dokter ahli orthopaedi dan traumatologi dari Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI), dr. Latsarizul Alfariq Senja Belantara, Sp.OT, mengingatkan pentingnya melatih seluruh otot secara seimbang.
Menurut Alfariq, perseorangan nan melakukan weightlifting sebaiknya tidak hanya terpaku pada satu regio alias bagian tubuh tertentu saja. Keseimbangan penguatan otot di seluruh area tubuh adalah kunci untuk menghindari akibat gangguan fisik.
“Kalau Anda tidak mendapatkan keseimbangan tersebut, biasanya bakal mengundang rasa nyeri alias sakit di sektor alias regio tubuh nan tidak diperkuat. Karena itu, jangan lupa keseimbangan, perkuat dari seluruh area tubuh,” ujar master nan berkawan disapa Alfariq tersebut, dikutip Selasa (23/6)
Penyebab Cedera dan Langkah Pencegahan
Dalam praktiknya, Alfariq mengidentifikasi beberapa aspek utama nan sering menjadi pemicu cedera saat mengangkat beban. Ketidaktahuan bakal teknik nan betul serta ambisi nan tidak terukur sering kali menjadi bumerang bagi pegiat olahraga ini.
Berikut adalah poin-poin krusial nan perlu diperhatikan sebelum memulai latihan beban:
| Teknik aktivitas nan tidak tepat | Memahami teknik dasar nan benar |
| Kurangnya pemanasan (warm-up) | Menyusun program latihan nan terstruktur |
| Pemilihan beban nan terlalu berat | Menentukan beban nan sesuai kemampuan |
| Kurangnya pengarahan ahli | Konsultasi dengan personal trainer jika bingung |
Manfaat Mechanical Stress bagi Tubuh
Lebih lanjut, Alfariq menjelaskan bahwa secara medis, weightlifting memberikan mechanical stress alias tekanan mekanis pada tulang, otot, dan persendian. Tekanan ini sebenarnya berakibat positif lantaran menjadi stimulan bagi metabolisme tubuh untuk memperkuat jaringan tersebut.
“Hal itu menjadi pencetus rangsangan untuk tubuh metabolisme kembali agar tulang, sendi, dan otot itu menjadi lebih kuat. Dengan olahraga, metabolisme menjadi lebih baik,” jelasnya.
Namun, dia menekankan bahwa proses penguatan ini kudu dibarengi dengan asupan nutrisi nan baik agar hasilnya optimal.
Kombinasi Latihan dan Konsistensi
Bagi pemula alias mereka nan tidak terbiasa berolahraga, Alfariq menyarankan untuk memulai dengan intensitas rendah secara rutin sebelum meningkat secara perlahan. Ia juga merekomendasikan kombinasi antara latihan aerobik dan non-aerobik.
Olahraga lain seperti padel, misalnya, juga memerlukan support kekuatan otot nan bisa didapatkan melalui weightlifting. Dengan kombinasi latihan nan tepat, kesehatan tubuh dapat terjaga secara menyeluruh, bukan hanya pada aspek tertentu saja. (Ant/Z-1)
Jangan memaksakan beban di luar kapabilitas tanpa teknik nan benar. Fokuslah pada pengedaran kekuatan nan merata di seluruh tubuh untuk mencegah nyeri kronis dan memaksimalkan metabolisme tulang serta otot.
English (US) ·
Indonesian (ID) ·