Lakuna(MI/HO)
ADA masanya ketika manusia tidak lagi merasa capek terhadap masalah nan tak kunjung usai. Bukan lantaran terbiasa, melainkan lantaran sebagian dari dirinya perlahan kehilangan makna untuk bertahan. Dalam ruang sunyi tersebut, langkah diambil tanpa arah, dan hidup terasa hanya sebagai tubuh nan terus bergerak. Fenomena psikologis inilah nan coba dipotret oleh unit musik Lakuna melalui single terbaru mereka berjudul Hati dan Logika.
Grup nan digawangi Yoko Pratama (vokal), Fajar Bagus Anoraga (gitar lead), Kelfin Jaya (keys), Tian Fathur “Echi” (gitar rythm), Aziz Ali (bass), dan Eduward Bate (drum) ini menelusuri ruang jiwa manusia nan terjebak di antara rasa dan pikirannya sendiri.
Lagu ini lahir dari titik kegelisahan saat seseorang menghayati persoalan duniawi melalui hati nan sakit, sembari mencoba memahami pola semesta melalui logika nan penuh tanya.
Berdasarkan Kisah Nyata
Tema besar Hati dan Logika ternyata bukan sekadar imajinasi. Fajar Bagus mengungkapkan bahwa lagu ini berakar dari pengalaman individual sang drummer, Eduward Bate. Eduward mengakui bahwa lirik lagu ini menggambarkan pergulatan batinnya saat menghadapi situasi nan membuatnya kehilangan arah.
“Lewat lagu ini, saya mau menyampaikan bahwa lirik ‘aku kalah’ adalah corak penerimaan untuk bisa melanjutkan hidup,” ujar Eduward. Alih-alih dimaknai sebagai akhir dari segalanya, kekalahan dalam lagu ini dipandang sebagai titik kembali untuk berbaikan dengan keadaan.
Eksplorasi Musikal nan Intim
Secara musikal, Lakuna menghadirkan nuansa nan reflektif, dingin, dan sunyi. Petikan gitar akustik dan lapisan piano nan intim mendominasi aransemen, seolah membujuk pendengar masuk ke dalam perbincangan jiwa nan personal. Vokal latar nan disematkan juga mempertegas emosi keraguan dan penerimaan nan tumbuh perlahan di sepanjang lagu.
Proses produksi lagu ini berjalan selama dua bulan, ialah pada Oktober hingga November 2025 di Kamaya Studio. Dalam penggarapannya, Lakuna juga mendapatkan masukan dari Aril (Mati di Saturnus), khususnya untuk departemen gitar akustik.
Detail Produksi & Tim Kreatif
| Penulis Lagu | Yoko Pratama |
| Komposisi Musik | Tian Fathur |
| Produser | Kelfin Jaya |
| Mixing & Mastering | Gigih Praseta (AA Studio) |
| Fotografi & Artwork | Dimas (@midjourneyy_) & Rachma Yulia (@gracefullia_) |
| Konsultan Musik | Aril (Mati di Saturnus) |
Menuju Album Perdana Epiprolog
Hati dan Logika yang resmi tersedia di beragam platform streaming digital mulai 15 Mei 2026 ini merupakan gerbang pembuka menuju album perdana mereka nan berjudul Epiprolog.
Album tersebut dijadwalkan rilis pada Juli mendatang dan bakal merangkum perjalanan manusia dalam menghadapi kehampaan hingga proses berbaikan dengan diri sendiri.
Yoko Pratama menjelaskan bahwa setelah perilisan single ini, Lakuna telah menyiapkan rangkaian agenda padat untuk menyapa para pendengarnya.
Agenda Mendatang Lakuna
- Mei 2026: Perilisan Video Lirik Hati dan Logika
- Akhir Juni 2026: Perilisan Live Session
- Juli 2026: Peluncuran Album Penuh Epiprolog
- Pasca Rilis Album: Rangkaian Tur Nasional
Dengan narasi nan kuat dan aransemen nan menyentuh, Lakuna berambisi lagu ini dapat menjadi kawan bagi mereka nan tengah berjuang di antara emosi dan logika, serta memberikan keberanian untuk menerima kekalahan sebagai langkah awal menuju pemulihan. (Z-1)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·