Iran Sepakat Izinkan Kembali Inspektur Nuklir Masuk

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Iran Sepakat Izinkan Kembali Inspektur Nuklir Masuk Wakil Presiden AS JD Vance mengumumkan kemajuan besar dalam perundingan dengan Iran. Teheran sepakat izinkan kembali pengawas nuklir IAEA minggu ini!(Media Sosial X)

WAKIL Presiden Amerika Serikat, JD Vance, menyatakan Iran telah sepakat untuk mengizinkan kembali pengawas nuklir internasional masuk ke negara tersebut. Langkah ini memenuhi salah satu tuntutan utama organisasi internasional, dengan obrolan berbareng Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) nan dijadwalkan bergulir segera.

Vance menjelaskan kemajuan besar telah dicapai setelah putaran pertama perundingan antara AS dan Iran untuk mengakhiri perang. Selain rumor nuklir, tim delegasi juga telah membahas pembukaan kembali Selat Hormuz serta sistem menghindari bentrok (de-confliction) untuk gencatan senjata regional.

Sesuai nota kesepahaman (MOU) 14 poin nan ditandatangani pekan lampau oleh Presiden AS Donald Trump dan Presiden Iran Masoud Pezeshkian, kedua negara berkomitmen membuka kembali selat strategis tersebut dan mengakhiri pertempuran di semua lini, termasuk Lebanon. Mediator Qatar dan Pakistan mengonfirmasi AS dan Iran telah menyepakati peta jalan menuju kesepakatan final dalam waktu 60 hari.

"Isu nuklir ini mungkin adalah perihal nan paling membikin kami antusias sebagai penduduk Amerika," ujar Vance saat berbincang di Swiss. "[Ini] merupakan tonggak sejarah besar bagi rakyat Amerika dan langkah awal dalam mengakhiri program senjata nuklir di Iran secara permanen."

Saat ditanya mengenai waktu pasti kembalinya pengawas PBB tersebut, Vance memperkirakan prosesnya bakal dimulai paling lambat minggu ini. Meskipun Iran selalu menegaskan program nuklirnya murni untuk tujuan sipil, banyak negara dan IAEA tetap meragukan klaim tersebut.

Akses inspeksi IAEA sebelumnya sempat ditangguhkan oleh Iran setelah akomodasi mereka dibom oleh Israel dan AS dalam perang 12 hari pada Juni 2025, nan disusul penarikan seluruh pengawas PBB sebulan kemudian. Penandatanganan MOU baru ini menandai babak baru setelah AS sempat keluar dari perjanjian nuklir JCPOA era 2015 pada periode pertama kepresidenan Donald Trump di tahun 2018.

Meski pembicaraan tingkat tinggi di Bürgenstock telah selesai dan negosiator utama Iran telah bertolak pulang, obrolan teknis antar-pihak tetap bakal terus berlanjut. Selain membentuk jalur komunikasi demi keamanan kapal komersial di Selat Hormuz, kedua belah pihak juga sepakat membentuk unit unik (de-confliction cell) berbareng Lebanon guna menghentikan operasi militer di sana.

Menteri Luar Negeri Iran, Seyed Abbas Araghchi, menekankan bahwa unit unik untuk Lebanon tersebut bakal menjadi ujian pembuktian nan sesungguhnya. "Ujian nyata nan pertama adalah unit unik menghindari bentrok di Lebanon," tegas Araghchi. (BBC/Z-2)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia