Dandim 0913/PPU, Letkol Inf Fandy Satria(Dok Kodim 0913/PPU)
MENINDAKLANJUTI pengarahan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, Satuan Tugas (Satgas) Terpadu Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) terus memperketat pengawasan dan pemadaman api di Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Tmur (Kaltim)yang masuk Deliniasi Ibu Kota Nusantara (IKN), guna mengamankan area inti di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) IKN dari pergerakan api karhutla.
Demikian ditegaskan, Komandan Kodim (Dandim) 0913/ Penajam Paser Utara (PPU), Letkol Inf Fandy Satria, Kamis (9/9) menegaskan, seluruh jejeran unsur TNI dan Polri bergerak aktif merespons petunjuk langsung dari Kepala Negara tersebut.
"Dari hasil video conference Bapak Presiden RI, Bapak Prabowo Subianto kepada seluruh jejeran ketua dari Polri, dari TNI AD, TNI AL, TNI AU, dan Panglima TNI kemarin, bahwa konsentrasi sekarang penanganan karhutla nan berada di deliniasi IKN," sebutnya.
Ia menuturkan, dalam menjalankan operasi pemadaman dan pencegahan, Satgas Terpadu telah mendirikan Pos Komando (Posko) taktis di titik strategis untuk memantau pergerakan api secara langsung.
"Saat ini kami berbareng Satgas Terpadu, khususnya tim dari Kodim 0913/PPU, Yonif TP 826/Benuo Taka Bakerai, Otorita IKN, BPBD PPU, dan Distan PPU menggelar posko sementara di Kampung Dayak Bukit Tengkorak. Operasi ini pun sudah melangkah kurang lebih 12 hari," terangnya.
Mengenai kondisi di lapangan, Fandy menuturkan, hingga sekarang tim terus melakukan pertimbangan dan pemantauan rutin setiap hari guna memastikan titik api tetap terkendali. Sementara untuk luasan lahan terdampak karhutla setiap hari terus diperbarui, agar sesuai dengan kebenaran riil di lapangan.
“Untuk saat ini nan kondisi nyatanya, hanya titik-titik api kecil, dan tiap hari dilakukan patroli. Per hari kami pantau belum ada muncul titik-titik api," ungkap Dandim.
Selain pemadaman langsung, upaya pencegahan ekstra dilakukan pada area nan mempunyai potensi kandungan batu bara di bawah permukaan tanah guna mencegah timbulnya titik api baru.
"Dari sejak dua hari lalu, kami melaksanakan aktivitas penyisiran, penyiraman lahan-lahan nan sekiranya berpotensi timbulnya titik api. Terutama di wilayah nan di bawahnya ini ada batu bara. Itu dilaksanakan penyemprotan baik di siang maupun di sore hari," jelas Dandim.
Ia memastikan, letak kebakaran saat ini berada pada jarak nan relatif kondusif dan jauh dari area inti KIPP IKN, tetapi pihaknya terus melakukan patroli dan tindakan jika ada potensi karhutla dengan langkah memblokade pergerakan rembetan api.
"Di letak Posko kami saat ini di Bukit Tengkorak, Gereja Licon, jarak cukup jauh dari KIPP IKN dengan jarak kurang lebih 30 kilometer. Ya, memang tetap perbatasan antara wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) di Kecamatan Loa Janan dengan PPU di Kecamatan Sepaku," imbuhnya.
Sementara itu, jelasnya, sebagai langkah pemadaman dari udara, support alutsista telah dikerahkan untuk mempercepat proses pendinginan di area perbatasan nan susah dijangkau. Dengan menggunakan satu unit helikopter Caracal nan dikerahkan dari Lanud Ddomber, TNI AU.
“Helikopter itu telah melaksanakan water bombing, sejak Minggu kemarin. Terpantau dilaksanakan di perbatasan PPU dan Kukar," beber Fandy.
Namun, meskipun beberapa wilayah telah diguyur hujan, namun di wilayah Sepaku belum terjadi hujan sehingga seluruh personel Satgas Terpadu tetap siaga penuh di lapangan, termasuk jika sudah wilayah itu terguyur hujan.
"Hujan memang sudah terjadi di wilayah Penajam selama dua hari pada Senin dan Selasa (7-8/9) kemarin, tetapi di wilayah Sepaku sendiri hingga sekarang belum ada hujan, tetap berawan saja," pungkas Dandim.(EM/E-4)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·