OJK Buka-bukaan soal Kondisi Perbankan di RI

Sedang Trending 46 menit yang lalu

Rohman Wibowo , Jurnalis-Kamis, 10 September 2026 |19:34 WIB

OJK Buka-bukaan soal Kondisi Perbankan di RI

OJK Buka-bukaan soal Kondisi Perbankan di RI (Foto: Okezone)

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan keahlian dan profil akibat industri perbankan nasional tetap berada dalam kondisi kondusif serta terkendali pada kuartal III-2026. Ketahanan esensial ini berjalan di tengah eskalasi ketidakpastian perekonomian dunia dan domestik nan dipicu oleh dinamika pasar finansial internasional.

"Hasil survei membuktikan optimisme perbankan tetap kuat terhadap prospek usaha, di mana perbankan mempunyai kepercayaan penuh untuk menjaga akibat operasional maupun pasar tetap terkendali," ujar Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae dalam keterangan resmi, Jakarta, Kamis (10/9/2026).

Dian menjelaskan, soal kepercayaan tersebut tercermin dari hasil Survei Orientasi Bisnis Perbankan (SBPO) OJK kuartal III-2026 nan dilaksanakan pada Juli 2026 dengan melibatkan 99 bank responden. Partisipasi bank-bank tersebut mewakili 97,91 persen dari total aset bank umum di Indonesia berasas info posisi Juni 2026.

Survei tersebut mencatat Indeks Orientasi Bisnis Perbankan (IBP) berada pada area optimis di level 56. Capaian ini disokong oleh ekspektasi keahlian nan kuat di tengah kecermatan industri terhadap dinamika makroekonomi kuartal melangkah dibandingkan kuartal sebelumnya, terutama menyangkut potensi kenaikan inflasi dan arah suku kembang referensi global.

Persepsi industri terhadap manajemen akibat konsisten berada pada jalur positif berkah terjaganya kualitas pembiayaan serta kehati-hatian dalam mengelola eksposur kurs asing. Kondisi tersebut diperkuat oleh kesiapan perangkat likuid serta penghimpunan biaya simpanan nan diproyeksikan melaju lebih kencang daripada penyaluran pinjaman.

"Mayoritas perbankan meyakini kualitas portofolio angsuran tetap kondusif dan posisi devisa neto berada di level rendah berstatus long position, sementara pertumbuhan biaya pihak ketiga nan solid turut mempertebal arus kas bersih," kata Dian.

Kondisi tersebut tecermin dari Indeks Persepsi Risiko (IPR) nan bertengger dibzona optimis pada level 57. Mayoritas bank memastikan akibat likuiditas tetap termitigasi dengan baik, ditopang oleh Posisi Devisa Netto (PDN) nan terjaga rendah dengan nilai aset dan tagihan valas nan melampaui tanggungjawab kurs asing. 

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com