Jakarta -
Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat kepada jejeran Menteri Kabinet Merah Putih, kepala lembaga, serta Pejabat Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan pemerintah pusat di Istana Kepresidenan Jakarta. Taklimat ini menjadi forum strategis untuk mengevaluasi keahlian pemerintahan sekaligus menyusun langkah ke depan di tengah dinamika dunia nan terus berkembang.
Menanggapi pengarahan Prabowo, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB), Rini Widyantini menyatakan kesiapan untuk menindaklanjuti dengan langkah implementatif nan terukur dan berbasis kinerja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menegaskan, pihaknya bakal konsentrasi pada percepatan reformasi birokrasi tematik sesuai prioritas Presiden, serta memperkuat kerjasama lintas lembaga dengan menghilangkan pemikiran sektoral.
"Tentunya kita bakal lakukan penguatan tata kelola dan kelembagaan, kualitas SDM, transformasi digital pemerintah, dan peningkatan kualitas pelayanan publik, dengan support koordinasi lintas kementerian dan lembaga serta sistem monitoring dan pertimbangan nan akuntabel," tutur Rini dalam keterangan tertulis, Kamis (9/4/2026).
Dalam arahannya, Prabowo menyampaikan beragam program strategis nasional, kebijakan pemerintah, hingga situasi terkini nan perlu diimplementasikan hingga level eselon I. Ia menilai, di tengah ketidakpastian global, Indonesia mempunyai potensi besar nan kudu dimanfaatkan secara optimal.
Menurutnya, tantangan dunia justru menjadi momentum bagi pemerintah untuk bekerja lebih keras dan teliti. Ia pun meminta seluruh jejeran untuk menyatukan rencana kerja dan menghilangkan ego sektoral antarinstansi.
"Tidak boleh ada pemikiran sektoral, tidak boleh lagi satu lembaga memiikirkan lembaga sendiri. Kita kudu kerja sama, seamless, pemerintah bekerja cepat, bukan dengan mempertahankan pemikiran sektoral," kata Prabowo.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga membangkitkan optimisme para birokrat nan telah menjalankan mandat selama sekitar 1 tahun 6 bulan sejak Oktober 2024. Ia mengapresiasi keahlian birokrasi nan dinilai bisa menjaga arah bangsa di tengah dinamika geopolitik global.
Di hadapan para pejabat negara, dia menekankan pentingnya menyikapi kritik dengan tenang dan bijak, namun tetap berpegang pada prinsip-prinsip bernegara.
"Jadi saudara-saudara, kita sikapi dengan ketenangan, dengan kearifan tapi prinsip-prinsip kita pegang teguh ialah prinsip bernegara, tidak ada negara tanpa hukum, tidak ada negara tanpa undang-undang dasar, tanpa konstitusi," ujarnya.
(anl/ega)
2 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·