Timwas DPR Sebut Presiden Prabowo Mau Antrean Haji Dipangkas Lagi

Sedang Trending 1 jam yang lalu
Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal. Foto: Fadjar Hadi/kumparan

Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto menginginkan antrean jemaah haji dapat dipersingkat.

Hal itu disampaikan Cucun usai mengikuti rapat terbatas di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Rabu (17/6).

Menurut dia, Presiden Prabowo memberikan perhatian unik terhadap persoalan panjangnya antrean haji. Cucun mengatakan pemerintah melalui Kementerian Haji diminta mencari beragam skema agar masa tunggu keberangkatan dapat dipersingkat.

"Yang kedua, concern beliau nan kami sangat tadi apresiasi itu, mau gimana antrean ini nan kemarin sudah nyaris 35 tahun, 40 tahun, melalui para pembantunya Bapak Presiden, Pak Menteri Haji kelak dan Wamen semua bekerja, sudah bisa ditekan sampai 26 tahun," kata Cucun.

"Bahkan beliau menyampaikan tadi jika bisa tolong lebih sigap lagi seperti apa skemanya jika misalkan antrean ini tidak panjang," tambahnya.

Cucun juga melaporkan kepada Presiden mengenai sistem keberangkatan jemaah nan dinilai semakin baik. Sistem imigrasi di Indonesia, kata dia, bisa mencegah keberangkatan jemaah terlarangan sehingga penyelenggaraan ibadah haji dapat melangkah lebih tertib.

"Kemudian kami juga laporkan pengawasan kami mengenai gimana di sistem keberangkatan. Imigrasi di kita sudah bagus sehingga bisa mengantisipasi jemaah-jemaah terlarangan tidak bisa lolos. Kemudian juga orang nan bisa menjalankan haji itu betul-betul bisa nyaman dari sejak keberangkatan," katanya.

Suasana Presiden Prabowo saat melantik Kepala dan Wakil Kepala BGN serta Penasihan Khusus Presiden di Jakarta, Senin (8/6/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Ia turut menyoroti peningkatan kualitas jasa bagi jemaah haji reguler pada era pemerintahan Presiden Prabowo.

"Fasilitas jasa hotel, bayangkan saja di era kepemimpinan Bapak Presiden sekarang ini, jemaah reguler, kan ada dua ya, jemaah reguler dan jemaah haji khusus, jemaah haji unik itu sudah biasa nginap di hotel bintang lima, tetapi ini jemaah reguler sekarang nyaris 17.000 jemaah diinapkan di area 1 di sekeliling Masjid Nabawi di Madinah, bisa diinapkan di hotel-hotel bintang lima," tandas dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan