Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik di Timur Tengah menjadi tantangan bagi ekspor kendaraan produksi Indonesia. Meski permintaan dari area tersebut melemah, industri otomotif nasional tetap bisa mencari kesempatan di pasar lain sehingga keahlian ekspor Toyota tetap mencatat pertumbuhan.
Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) Nandi Julyanto mengatakan, penurunan permintaan dari Timur Tengah belum membikin keahlian ekspor perusahaan ikut terpuruk. Pasar lain, terutama negara-negara berkembang, menjadi penopang di tengah ketidakpastian global.
"Di Timur Tengah bakal menurun lantaran situasinya seperti itu. Tetapi negara lain naik, sehingga total ekspor kita malah naik 2,5%, meskipun total ekspor Indonesia secara keseluruhan turun 10%," kata Nandi dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 di BSD, Rabu (14/10/26).
Perbedaan kondisi antarpasar membikin perusahaan otomotif perlu mengandalkan lebih dari satu area untuk menjaga penjualan. Ketergantungan pada pasar tertentu berisiko membatasi ruang mobilitas ketika terjadi bentrok geopolitik alias perubahan permintaan secara mendadak.
Toyota juga mulai memperhatikan negara-negara berkembang nan mempunyai kebutuhan kendaraan sesuai dengan produk nan diproduksi di Indonesia. Kawasan tersebut dinilai berpotensi menjadi sumber pertumbuhan baru bagi ekspor otomotif dalam jangka panjang.
"Kalau kita bicara future market, negara-negara Global South ini sangat penting. Hampir semua melihatnya sebagai pasar masa depan. Siapa nan paling sigap masuk, dia nan bakal mendapatkan peluang," ujar Nandi.
Kawasan Global South, sebelumnya disebut sebagai negara berkembang, nan menjadi perhatian mencakup Afrika, Asia Selatan, dan Amerika Latin. Karakteristik pasar di wilayah tersebut memberikan kesempatan bagi kendaraan nan mempunyai nilai kompetitif, mudah dirawat, serta bisa memenuhi kebutuhan mobilitas keluarga.
"Secara spesifik kita tidak hanya mengincar satu negara. Kita selalu memandang Global South, ialah Afrika, Asia Selatan, kemudian Amerika Latin. Itu potensi lantaran kendaraan kita cocok dengan kebutuhan di sana," ujarnya.
Strategi memperluas pasar menjadi krusial ketika kondisi perdagangan internasional tetap dibayangi ketidakpastian. Selain mempertahankan pasar nan sudah ada, Toyota perlu memperkuat penetrasi ke negara-negara nan permintaannya tetap berpotensi tumbuh.
"Timur Tengah memang sedang turun, tetapi Global South ini future market. Bukan hanya mobil nan bisa kita kembangkan di sana, melainkan juga suku cadang. Potensinya tetap banyak," ujarnya.
(dce)
[Gambas:Video CNBC]
2 hari yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·