Jakarta, CNBC Indonesia - Timur tengah kembali membara. Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan baru ke Iran, Rabu malam waktu Washington alias Kamis (11/6/2026) awal hari waktu Iran.
Ini terjadi saat negosiasi untuk mengakhiri perang nan sudah berjalan mogok. Teheran pun membalas dengan mengatakan menutup total Selat Hormuz dan berjanji menembak semua kapal nan melewati jalur krusial energi, minyak dan gas, bumi itu.
Dilaporkan gimana AS menyerang sejumlah situs dan menyebutnya "serangan pertahanan diri". AS menyebut Iran sudah melakukan "agresi nan tidak berdasar dan terus menerus".
Media Iran sendiri menyebut sejumlah ledakan terdengar di wilayah selatan negara itu, dekat Selat Hormuz. Beberapa sumber menyebut dentuman keras di Qeshm, Kargan hingga Sirik.
Angkatan Laut Iran kemudian dilaporkan menembak dua kapal nan berlayar di Selat Hormuz. Media Iran juga melaporkan bahwa Iran telah menyerang Armada Kelima AS di Bahrain, mengenai antena komunikasi dan akomodasi radar.
Serangan ini merupakan eskalasi terbaru dari serangan AS Selasa, nan kemudian dibalas Iran ke pangkalan militer AS di Bahrain, Kuwait dan Yordania. Lalu gimana pembaruan terbarunya?
1.Trump Sebut Iran Mengulur Waktu dan Mempermainkan AS
Serangan AS hari kedua berturut-turut ini menyusul keluhan Trump bahwa para negosiator Teheran terlalu lama dan "mempermainkan AS". Awal pekan ini dia mengisyaratkan kesepakatan tenteram hanya tinggal beberapa hari lagi.
"Kami menyerang mereka dengan keras kemarin. Kami bakal menyerang mereka lagi dengan keras hari ini," kata Trump kepada wartawan Rabu pagi.
"Kami nyaris mencapai kesepakatan, tetapi mereka terus mengulur waktu," tambahnya.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth mengisyaratkan serangan tersebut dapat bersambung hingga malam ketiga. Ia mengatakan bahwa serangan itu bakal "kuat" dan "jelas".
2.Trump Sebut Iran "Si Tukang Bully Arab Sudah Mati"
Trump memosting sesuatu tentang Iran di sela-sela serangan terbaru ke Teheran. Ia menyebut militer Iran sekarang sedang kacau dan "si tukang bully sudah mati".
Menurutnya sebagian besar Angkatan Laut dan Angkatan Udara Iran "sudah tidak ada". Mereka, klaim Trump, sudah kalah sepenuhnya.
"Iran hanya banyak bicara dan tidak bertindak. Si Pengganggu Timur Tengah telah MATI!!!," ujar Trump sebagaimana dilihat di akun media sosial (medsos) Truth Social.
"Mereka terlalu lama bermusyawarah untuk kesepakatan nan bakal sangat menguntungkan mereka, sekarang mereka kudu bayar harganya!!! Presiden DONALD J. TRUMP," ujarnya.
3.Trump Klaim Bantu 100 Juta Barel Minyak Lewat Selat Hormuz
Sementara itu, Trump menyatakan sudah sukses membantu kapal-kapal melewati Selat Hormuz. Di laman media sosialnya, Truth Social, dia mengatakan dirinya mengerahkan militer AS untuk melaksanakan misi rahasia di Selat Hormuz.
"Bulan lalu, saya mengarahkan Militer AS nan Hebat untuk melaksanakan misi rahasia guna mendukung Kapal Tanker Minyak dan Kapal Komersial lainnya melalui Selat Hormuz," ujarnya.
"Hari ini, saya dengan senang hati mengumumkan bahwa upaya ini telah menghasilkan lebih dari 100 JUTA barel minyak nan sukses melewati Selat dan masuk ke Pasar Terbuka. Lebih dari 200 Kapal Komersial telah sukses melewati Selat dengan aman," klaimnya.
"Keberhasilan luar biasa ini terjadi lantaran AMERIKA SERIKAT MENGONTROL Selat Hormuz - BUKAN Iran. Militer mereka telah dikalahkan, dan ekonomi mereka telah hancur. Ini sudah berhujung untuk Iran! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini. Presiden DONALD J. TRUMP," tutupnya.
4.Iran Serang Kuwait dan Bahrain
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan pada hari Kamis bahwa mereka telah menyerang pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain. Ini menjadi tanggapan terhadap serangan AS terbaru.
"Selama dua gelombang operasi, delapan belas sasaran krusial milik Angkatan Darat AS di pangkalan Angkatan Udara Ali dan Ahmad Ahmad (terkena serangan)," kata Garda Revolusi dalam sebuah pernyataan nan dikutip oleh IRNA.
"Kami juga menyerang dan menghancurkan pangkalan udara Sheikh Isa," tambahnya.
5.AS Bantah Selat Hormuz Tutup Total
Militer AS membantah klaim Iran bahwa Selat Hormuz telah sepenuhnya ditutup total. Sebelumnya Iran mengumumkan penutupan dan menakut-nakuti setiap kapal nan lewat dengan tembakan.
"KEBENARAN: Kapal-kapal komersial terus melintas masuk dan keluar Selat Hormuz malam ini," kata Komando Pusat AS, nan mengawasi pasukan di wilayah tersebut, memposting di X.
6.AS Selesaikan Serangan
Sementara itu, militer AS juga mengatakan bahwa mereka telah "menyelesaikan" gelombang serangan terbarunya terhadap Iran. Dikatakan bahwa serangan itu hanya "menargetkan keahlian pengawasan militer Iran, sistem komunikasi, dan situs pertahanan udara di seluruh Iran".
"Aset Korps Marinir AS, Angkatan Udara, dan Angkatan Laut menembakkan amunisi presisi ke sasaran Iran nan menimbulkan ancaman bagi pasukan AS dan kapal-kapal komersial internasional nan melintasi perairan regional," jelas Komando Pusat, nan mengawasi pasukan di wilayah tersebut, memposting di X.
7.Trump Sebut Iran Telepon Minta Hentikan Serangan
Trump mengatakan bahwa para pemimpin Iran meneleponnya langsung dan memintanya untuk menghentikan gelombang pemboman nan sedang berlangsun. Trump mengatakan kepada Fox News dalam sebuah wawancara bahwa pasukan AS telah menghantam Iran dengan 49 rudal Tomahawk dalam serangan peledak terbarunya pada Kamis pagi waktu Iran.
"Jika Iran tidak menerima persyaratan AS untuk mengakhiri perang, kita bakal membom mereka habis-habisan besok malam," kata Trump, menurut reporter Fox News Trey Yingst.
Namun, Garda Revolusi Iran dengan sigap membantah perihal tersebut, lapor instansi buletin negara IRNA. Itu, kata IRGC, hanya "kedok untuk menghindari perang".
(sef/sef)
Addsource on Google
[Gambas:Video CNBC]
1 jam yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·