Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Minta Maaf dan Siap Evaluasi

Sedang Trending 1 jam yang lalu

Cikal Bintang , Jurnalis-Senin, 10 Agustus 2026 |13:14 WIB

Timnas Indonesia Gagal Total di Piala AFF 2026, PSSI Minta Maaf dan Siap Evaluasi

Timnas Indonesia tersingkir lebih sigap di awal Piala AFF 2026. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)

JAKARTA – PSSI secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pencinta sepak bola Tanah Air menyusul hasil minor nan didapat Timnas Indonesia di Piala AFF 2026. Pasalnya langkah skuad Garuda kudu terhenti lebih sigap di fase grup Piala AFF 2026 setelah kandas mengamankan tiket ke babak semifinal.

Kepastian tersingkirnya Timnas Indonesia terjadi usai hanya bisa bermain seri 1-1 kontra Singapura dalam laga pamungkas Grup A di Jalan Besar Stadium, Kallang, Jumat 7 Agustus 2026 lalu. Kegagalan ini menandai catatan jelek skuad Merah Putih nan kudu tersingkir lebih awal untuk kedua kalinya secara beruntun.

1. Respons PSSI

Sekjen PSSI, Yunus Nusi, nan menyaksikan langsung jalannya laga penentuan di Singapura, memahami betul kekecewaan mendalam nan dirasakan oleh publik. Federasi pun langsung mengambil sikap tegas untuk segera membenahi performa tim melalui pertimbangan berkala.

"Kemarin saya menyaksikan langsung anak-anak bertanding di Stadion Jalan Besar, Singapura. Seperti nan kita lihat, anak-anak kandas melanjutkan ke fase berikutnya setelah bermain seri dengan Singapura," kata Yunus Nusi dalam keterangan resmi PSSI, dikutip pada Senin (10/8/2026).

Sekjen PSSI Yunus Nusi. (Okezone) Sekjen PSSI Yunus Nusi. (Okezone)

“Terkait hasil di Piala AFF ini, PSSI memohon maaf nan sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat sepak bola Indonesia lantaran belum bisa memberikan hasil nan memuaskan secara sempurna," tambahnya.

Yunus menegaskan proses pertimbangan ini merupakan agenda rutin nan tidak hanya dilakukan saat tim menelan kekalahan. Diskusi mendalam nantinya bakal melibatkan Ketua Umum PSSI, Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), serta jejeran pembimbing kepala.

“Evaluasi dan obrolan selalu dilakukan oleh Ketua Umum berbareng Badan Tim Nasional (BTN), Komite Eksekutif (Exco), dan pelatih. Saya pun turut datang di tengah-tengah obrolan dan pertimbangan tersebut," jelas laki-laki asal Gorontalo, Sulawesi Selatan itu.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com