Timnas Futsal Indonesia Pantang Jemawa, Hector Souto Racik Strategi Khusus Redam Kekuatan Kirgistan

Sedang Trending 4 bulan yang lalu

Cikal Bintang , Jurnalis-Rabu, 28 Januari 2026 |08:15 WIB

Timnas Futsal Indonesia Pantang Jemawa, Hector Souto Racik Strategi Khusus Redam Kekuatan Kirgistan

Timnas Futsal Indonesia siap hadapi Kirgistan di Piala Asia Futsal 2026. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)

JAKARTA – Timnas Futsal Indonesia baru saja memetik kemenangan besar atas Korea Selatan di Piala Asia Futsal 2026. Meski begitu, pembimbing Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memilih tetap membumi dan realistis menjelang laga krusial kontra Kirgistan.

Juru strategi asal Spanyol tersebut berjanji bakal menyiapkan skema permainan terbaik demi mengamankan tiket ke fase gugur. Apalagi Kirgistan dipastikan mengincar kemenangan.

Timnas Futsal Indonesia dan Kirgistan mencatatkan hasil nan kontras pada laga pembuka Grup A Piala Asia Futsal 2026. Kedua pertandingan tersebut telah tuntas dilaksanakan pada Selasa 27 Januari 2026.

Skuad Garuda sukses membungkam Korea Selatan dengan skor telak 5-0, sedangkan Kirgistan kudu mengakui kelebihan Irak dengan skor 2-4. Walaupun sang calon musuh menelan kekalahan, Souto menegaskan Kirgistan tetap menjadi ancaman serius nan patut diwaspadai.

1. Waspadai Karakter Fisik Asia Tengah

"Kirgistan adalah tim nasional dari Asia Tengah. Mereka sangat kuat. Saya tidak mau mengatakan 'gaya Rusia' pemain kuat, pemain cepat, kualitas bagus dalam duel satu musuh satu. Anda bisa memandang gol nomor 13 hari ini. Saya tidak tahu apakah Anda menyadarinya alias tidak, tetapi itu adalah gol nan sangat bagus," kata Souto kepada awak media, termasuk Okezone di Indonesia Arena, Jakarta pada Selasa (27/1/2026).

 Aldhi Chandra/Okezone) Hector Souto. (Foto: Aldhi Chandra/Okezone)

Souto berambisi mentalitas para pemain tetap terjaga sepenuhnya menjelang laga kontra Kirgistan. Duel kedua tim dijadwalkan kembali berjalan di Indonesia Arena, Jakarta pada Kamis 29 Januari 2026 mendatang.

"Dan nan saya harapkan adalah pertarungan nan sesungguhnya. Dan kita tidak hidup tentang harapan, kita hidup di masa kini. Jika kita menang, kita otomatis lolos, jika saya tidak salah. Dan jika kita kalah, kita bakal menghadapi pertandingan terakhir dalam situasi nan lebih rumit. Jadi, saya minta kita bisa bermain bagus dan hasilnya, mari kita lihat apa nan terjadi," tambahnya.

Selengkapnya
Sumber Okezone.com
Okezone.com