Upaya pencarian terhadap nelayan nan lenyap saat melaut.(Dok SAR Mataram)
TIM Search and Rescue (SAR) campuran terus mengupayakan pencarian terhadap seorang nelayan nan dilaporkan lenyap saat melaut di perairan Pantai Areguling, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Memasuki hari kedua pencarian pada Kamis (3/9), tim konsentrasi menyisir area di sekitar letak ditemukan perahu korban. Identitas nelayan nan lenyap diketahui berjulukan Suparta, 43, penduduk Dusun Baturiti, Desa Kuta, Kabupaten Lombok Tengah.
Korban sebelumnya dilaporkan pergi melaut untuk mencari cumi-cumi pada Rabu (2/9) sekitar pukul 07.00 Wita. Namun, hingga pukul 13.00, korban tidak kunjung kembali ke daratan, sehingga memicu kekhawatiran pihak family dan penduduk setempat.
Informasi hilangnya korban diterima Kantor SAR Mataram melalui Polair Polda NTB pada Rabu malam. Sebelumnya, sekitar pukul 15.30, nelayan setempat menemukan perahu milik korban terombang-ambing di perairan Pantai Areguling. Saat ditemukan, kondisi dek bawah perahu tersebut sudah jebol dan mengalami kebocoran, tetapi korban tidak ada di atas kapal.
Koordinator Unit Siaga SAR Mandalika, I Gde Eka Suarjana, menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung memberangkatkan Tim Rescue dengan membawa perahu karet dan peralatan pendukung lainnya.
"Setibanya di lokasi, Tim SAR Gabungan langsung berkoordinasi dengan unsur nan ada dan berbareng nelayan setempat melakukan pencarian di sekitar letak ditemukannya perahu korban. Namun, sampai dengan pencarian dihentikan sementara pada hari pertama, korban tetap belum ditemukan," ujar I Gde Eka Suarjana.
Pada pencarian hari kedua ini, tim memperluas area penyisiran dengan mengoptimalkan seluruh sumber daya nan ada. Operasi SAR ini melibatkan beragam unsur, di antaranya Tim Rescue Unit Siaga SAR Mandalika, Polairud Polda NTB, Polairud Polres Lombok Tengah, Polsek Kuta, Babinsa Kuta, Damkarmat Lombok Tengah, serta dibantu oleh nelayan dan masyarakat setempat.
Terkait kejadian ini, Kantor SAR Mataram kembali mengeluarkan imbauan kepada masyarakat, khususnya para nelayan, agar selalu waspada dan memperhatikan aspek keselamatan sebelum melaut. Nelayan diminta untuk selalu membawa perlengkapan keselamatan guna mengantisipasi kondisi darurat di tengah laut. (I-2)
English (US) ·
Indonesian (ID) ·