Tim Kreatif Parade Tema Satanis di Karnaval Pekalongan Minta Maaf

Sedang Trending 48 menit yang lalu
Ilustrasi Setanis. Foto: Raland/Shutterstock

Tim imajinatif peserta bernuansa satanis dalam parade Simbang Kulon Night Carnival (SKNC) 2026, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan nan terjadi. Ia membantah pagelaran itu merupakan ritual satanis.

"Untuk tema nan ramai saat ini, kami dari perwakilan tim meminta maaf. Kami menyesal lantaran kami kurang literasi. Kami minta maaf nan sebesar-besarnya andaikan ada pihak-pihak nan tersinggung atas performa kami di atas panggung maupun di depan panggung," ucap tim imajinatif peserta karnaval bernuansa satanis M Khalid, Senin (14/9).

Khalid mengatakan, kostum itu dia sewa dari tempat penyewaan kostum di Malang lantaran unik. Ia lampau meniru buahpikiran tersebut.

"Ide itu dari kita memandang kostum unik, lampau kita sewa dan kita tiru idenya. Kita menyewanya dari Malang," jelas dia.

Karnaval Pekalongan di Simbang Kulon, Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Kamis (10/9/26) Foto: Instagram/@pekalonganinfo

Kemudian, lanjut dia, koreografi nan ditampilkan di parade tersebut terinspirasi dari tayangan di YouTube nan kemudian digabungkan menjadi satu.

"Gerakannya kita latihan dengan teman-teman. Referensinya kita memandang dari YouTube, dari performa di beragam karnaval di wilayah Malang, wilayah Magelang, dan sebagainya. Kita gabungkan menjadi satu," imbuh dia.

Terkait penyembelihan kambing, Khalid menegaskan itu tidak berangkaian dengan ritual apa pun. Kambing itu disembelih untuk dimakan selesai aktivitas bersama-sama.

"Untuk kambing itu memang dari kami ada rencana menyembelih kambing untuk aktivitas rahatan berbareng setelah aktivitas selesai. Tidak ada maksud ritual apa pun. Kita tidak tahu soal itu. Untuk penyembelihan kambing itu murni untuk kita rahatan berbareng setelah acara," tegas dia.

Untuk itu, dia membantah pagelaran kontingen penduduk Gg 1 Simbang Kulon itu berangkaian dengan ritual satanis. Persiapan pagelaran itu pun dilakukan satu minggu sebelum tampil.

"Kalau awalnya kita tidak tahu mengenai apa itu ritual satanis. Kita hanya memandang apa nan menurut kita unik dari pagelaran lain, lampau kita sewa dan kita penyesuaian di sini," kata dia.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan