Tiga Bandara Ditutup, Berikut Rute Garuda Indonesia yang Terdampak

Sedang Trending 49 menit yang lalu
Ilustrasi Pesawat Garuda Indonesia. Foto: Darryl Ramadhan/kumparan

PT Garuda Indonesia (Persero) melakukan penyesuaian operasional penerbangan menyusul penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta hingga pukul 13.30 WIB dan Bandara Radin Inten II, Lampung, hingga pukul 14.00 WIB pada Minggu (6/9).

Penutupan airport ditetapkan melalui pembaruan Notice to Airmen (NOTAM) sebagai langkah antisipatif terhadap sebaran abu vulkanik akibat erupsi Gunung Anak Krakatau nan berpotensi memengaruhi ruang udara dan jalur penerbangan.

Dengan demikian, penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju kedua airport nan teragendakan selama periode penutupan tersebut tidak dapat dioperasikan.

"Garuda Indonesia mengimbau seluruh penumpang nan mempunyai tiket penerbangan hari ini, khususnya dari dan menuju Jakarta serta Lampung, untuk memeriksa status penerbangan secara berkala sebelum berangkat menuju bandara," ujar manajemen Garuda Indonesia dalam keterangannya, Minggu (6/9).

Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta berakibat pada sejumlah penerbangan domestik dan internasional Garuda Indonesia nan menghubungkan Jakarta, di antaranya dengan Denpasar, Palembang, Pekanbaru, Yogyakarta, Banjarmasin, Palu, Manado, Gorontalo, Ternate, Singapura, serta sejumlah destinasi lainnya.

Sementara itu, penutupan Bandara Radin Inten II turut memengaruhi operasional penerbangan Garuda Indonesia dari dan menuju Lampung.

"Keselamatan penumpang dan awak pesawat senantiasa menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional Garuda Indonesia," lanjutnya.

Penanganan terhadap penerbangan terdampak dilakukan melalui pembatalan, penundaan, maupun pengalihan penerbangan dengan mempertimbangkan waktu keberangkatan, posisi pesawat, kondisi jalur penerbangan, serta hasil koordinasi dengan otoritas terkait.

Operasional penerbangan bakal kembali dilayani secara berjenjang setelah masing-masing airport dinyatakan dapat beraksi oleh otoritas mengenai dan seluruh persyaratan keselamatan terpenuhi. Proses pemulihan operasional juga bakal mempertimbangkan kesiapan pesawat dan awak, posisi armada, serta penataan kembali rotasi penerbangan.

"Garuda Indonesia memahami bahwa kondisi ini dapat memengaruhi rencana perjalanan penumpang. Bagi penumpang terdampak, Garuda Indonesia menyediakan opsi perubahan agenda perjalanan maupun pengembalian biaya sesuai ketentuan nan berlaku," kata manajemen.

Dukungan jasa lainnya juga bakal diberikan dengan mempertimbangkan kondisi dan lama penundaan masing-masing penerbangan. Garuda Indonesia terus memantau perkembangan situasi dan mengkaji langkah mitigasi operasional nan diperlukan, termasuk kemungkinan penyesuaian maupun pengalihan rute penerbangan.

"Berkenaan dengan dinamika operasional ini, Garuda Indonesia menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan nan terjadi kepada seluruh penumpang nan terdampak. Informasi ini merupakan pembaruan per 6 September 2026 pukul 10.30 WIB dan dapat berubah mengikuti perkembangan situasi," tuturnya.

Penumpang nan mempunyai tiket penerbangan hari ini diimbau untuk terus memeriksa status penerbangan sebelum menuju airport melalui kanal pemesanan tiket nan digunakan, media sosial resmi Garuda Indonesia, alias Contact Center di 0804 1 807 807 dan 021 2351 9999.

Selengkapnya
Sumber Kumparan
Kumparan