Felldy Utama
, Jurnalis-Minggu, 06 September 2026 |13:47 WIB

Gunung Anak Krakatau. (Foto; PVMBG)
JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi bahwa aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau nan terjadi sejak beberapa hari terakhir mulai menunjukkan tren penurunan. Meski semburan lava tetap terpantau, intensitasnya dilaporkan tidak lagi setinggi puncak erupsi nan terjadi pada 4 September lalu.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Wijayanto, menjelaskan bahwa erupsi nan terjadi saat ini berkarakter terus-menerus. Berdasarkan pantauan tim di lapangan hingga pagi ini, semburan lava tetap terus berlangsung.
"Jadi memang ada semburan-semburan lava dan ini mungkin tetap terus terjadi. Sampai tadi malam juga terpantau, tadi pagi tetap terpantau, dan ini mungkin bakal terus terjadi," kata Wijayanto dalam konvensi pers secara daring berbareng BNPB, Minggu (6/9/2026).
Meskipun aktivitas vulkanik tetap ada, Wijayanto menekankan bahwa berasas monitoring petir untuk memantau aktivitas di permukaan, kekuatan erupsi mulai meluruh. Ia membandingkan kondisi saat ini dengan aktivitas ekstrem nan terjadi pada tanggal 4 September lalu.
"Jadi ini sudah mulai meluruh juga dan kita pastikan frekuensinya bakal terus menurun ya, dibandingkan dengan nan tanggal 4 jam 23.07 kemarin," ujarnya.
Dia memastikan, BMKG bakal terus memantau perkembangan aktivitas ini melalui beragam instrumen guna memastikan keamanan masyarakat di sekitar wilayah terdampak.
(Rahman Asmardika)
News Okezone memberikan buletin terkini dengan jeli dan terpercaya. Ikuti info terbaru tentang politik, sosial, dan peristiwa krusial lainnya, langsung dari sumber nan terpercaya.
34 menit yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·