Tidak Langsung Dipulangkan, Jemaah Jalani Pemeriksaan Berlapis Saat Tiba di Tanah Air

Sedang Trending 1 hari yang lalu
Tidak Langsung Dipulangkan, Jemaah Haji Jalani Pemeriksaan Berlapis Saat Tiba di Tanah Air Seorang jemaah haji asal Sumatra Barat tengah mendapatkan pemeriksaan kesehatan oleh Balai Kekarantinaan Kesehatan di Bandara Internasional Minangkabau.(Yose Hendra)

KEPULANGAN jemaah haji ke Tanah Air tidak serta-merta berhujung saat pesawat Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM). Ada pemeriksaan nan mesti dilalui di airport dan pondok haji.

Di kembali suasana haru penyambutan dan pertemuan kembali dengan keluarga, terdapat serangkaian pemeriksaan kesehatan nan kudu dilalui untuk memastikan seluruh jemaah dalam kondisi kondusif sebelum kembali ke wilayah masing-masing.

Untuk itu, Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Padang berbareng Balai Kekarantinaan Kesehatan (BKK) terus melakukan pemantauan terhadap kondisi kesehatan jemaah sejak tiba di airport hingga berada di Asrama Haji Debarkasi Padang.

Dokter Klinik Kesehatan Debarkasi Padang, Resnita, menjelaskan pemantauan dimulai sejak pesawat mendarat. Tim BKK langsung melakukan serah terima kesehatan dengan master kloter di pintu pesawat guna memastikan tidak ada jemaah nan memerlukan penanganan darurat.

“Saat pesawat mendarat, tim BKK langsung melakukan serah terima dengan master kloter di pintu pesawat. Dari situ kami mengetahui apakah ada jemaah nan memerlukan penanganan segera alias ada kondisi kesehatan tertentu nan kudu dipantau lebih lanjut,” kata Resnita, Sabtu, (13/6) saat observasi jemaah.

Selain itu, seluruh jemaah nan tiba di Asrama Haji juga menjalani pemantauan melalui thermal scanner untuk mendeteksi suhu tubuh dan mengidentifikasi kemungkinan adanya gangguan kesehatan nan memerlukan perhatian lebih lanjut.

“Setiap jemaah nan tiba juga dipantau melalui thermal scanner. Tujuannya untuk memandang kondisi suhu tubuh dan mendeteksi andaikan ada indikasi gangguan kesehatan nan memerlukan tindak lanjut,” ujarnya.

Pada kehadiran Kloter 09 Debarkasi Padang, tim kesehatan melakukan observasi terhadap empat jemaah nan memerlukan pemantauan unik sebelum diperbolehkan pulang.

Kloter 09 sendiri membawa 390 jemaah dan petugas nan berasal dari Kota Solok, Kabupaten Solok, Solok Selatan, Padang Panjang, Payakumbuh, dan Kota Padang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 95 orang merupakan jemaah lanjut usia berumur 65 tahun ke atas.

Dari ratusan jemaah nan tiba dalam kondisi baik tersebut, empat orang kudu menjalani observasi lanjutan di Klinik Kesehatan Debarkasi sebelum melanjutkan perjalanan ke wilayah masing-masing. Jemaah pertama, Yuliar (84) asal Kabupaten Solok, mengeluhkan pusing saat tiba di BIM. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah nan tinggi.

Selain itu, nan berkepentingan juga mempunyai riwayat Hernia Nucleus Pulposus (HNP) alias nan lebih dikenal masyarakat sebagai saraf kejepit, sehingga mengalami kesulitan melangkah dan kudu dibawa menggunakan ambulans dari airport menuju Asrama Haji.

Jemaah kedua, Sawinar (81), juga menjalani observasi setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah nan tinggi. Ia mengeluhkan nyeri nan menjalar dari pinggang hingga ke kaki.

Sementara itu, Martini (71) mendapatkan pemantauan lantaran mengalami hipokalemia, ialah kondisi ketika kadar kalium dalam darah berada di bawah pemisah normal sehingga berpotensi menimbulkan gangguan pada kegunaan tubuh.

Sedangkan Andriana (67) mengalami sesak napas sesaat setelah tiba di Asrama Haji. Petugas kemudian membawa nan berkepentingan menggunakan bangku roda dari aula menuju Klinik Kesehatan Debarkasi untuk mendapatkan penanganan dan observasi lebih lanjut.

“Pada Kloter 09 ada empat jemaah nan kami observasi di klinik kesehatan debarkasi. Namun setelah dilakukan pemeriksaan dan pemantauan, alhamdulillah seluruhnya dalam kondisi stabil dan dapat melanjutkan perjalanan pulang berbareng rombongan,” jelas Resnita.

Menurutnya, observasi nan dilakukan bukan semata-mata lantaran kondisi darurat, melainkan sebagai langkah antisipasi untuk memastikan jemaah dapat melanjutkan perjalanan pulang dengan aman.

“Kami mau memastikan seluruh jemaah nan meninggalkan Asrama Haji betul-betul dalam kondisi nan terpantau dengan baik. Jika ada keluhan kesehatan, langsung kami observasi dan tindak lanjuti sebelum mereka kembali ke daerah,” katanya.

Hingga kehadiran Kloter 09, sebanyak 3.515 jemaah dan petugas Debarkasi Padang telah kembali ke Tanah Air. Seluruh jemaah nan tiba tetap menjalani pemantauan kesehatan sebagai bagian dari prosedur debarkasi sebelum dipulangkan ke wilayah masing-masing.

PPIH Debarkasi Padang berbareng Balai Kekarantinaan Kesehatan memastikan jasa kesehatan tetap disiagakan selama proses pemulangan jemaah berlangsung, sehingga setiap keluhan kesehatan nan muncul dapat segera ditangani sebelum jemaah melanjutkan perjalanan pulang ke kampung halaman.

“Observasi bukan berfaedah jemaah dalam kondisi gawat. Ini merupakan bagian dari prosedur untuk memastikan jemaah kondusif melanjutkan perjalanan ke wilayah asal. Apalagi sebagian besar nan kami tangani jemaah lanjut usia nan memerlukan perhatian lebih,” tutup Resnita. (YH/P-3)

Selengkapnya
Sumber Media Indonesia
Media Indonesia