Anggie Ariesta
, Jurnalis-Rabu, 28 Januari 2026 |15:41 WIB

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono segera mengemban amanah baru menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. (Foto: Okezone.com/IMG)
JAKARTA – Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Thomas Djiwandono segera mengemban amanah baru menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI). Dirinya menjelaskan mengenai arah kebijakan sinergi otoritas fiskal dan moneter di masa depan.
Thomas menegaskan, kerjasama nan bakal diusung bukanlah pengulangan skema berbagi beban alias burden sharing seperti nan diterapkan saat masa pandemi Covid-19. Sebab, tantangan ekonomi saat ini memerlukan pendekatan nan berbeda.
Jadi, konsentrasi utama adalah memastikan kebijakan moneter dapat menyentuh sektor riil secara lebih efektif melalui penguatan transmisi kebijakan.
"Burden sharing nan kita kenal adalah produk masa pandemi jika mau dilihat teknisnya cost sharing. nan saya tekankan di fit and proper adalah sinergi dari mengelola transmisi, ujung-ujungnya nih gimana di perbankan, BI rate selama ini trennya sudah turun terus," tegas Thomas kepada awak media di Kemenkeu, Rabu (28/1/2026).
Thomas menilai, sinergi antara pemerintah dan BI saat ini kudu difokuskan pada percepatan transmisi suku kembang ke perbankan dan sektor riil. Menurutnya, meskipun suku kembang referensi (BI Rate) berada di level rendah, akibat signifikan terhadap percepatan aktivitas ekonomi belum sepenuhnya terasa.
Oleh lantaran itu, penyelarasan langkah antara kebijakan moneter BI dan kebijakan fiskal pemerintah menjadi sangat krusial untuk memastikan setiap penurunan suku kembang betul-betul diterjemahkan menjadi stimulus bagi pertumbuhan ekonomi.
"Itu sudah bukan konsep-konsep masa lampau seperti burden sharing. nan saya tekankan itu transmisi. Ini urusan suku kembang di perbankan dan sebagainya," tutur Thomas.
4 bulan yang lalu
English (US) ·
Indonesian (ID) ·